Monday, April 30, 2018

Cerdasnya Siswa Jepang

Sumber Gambar: pixabay.com

Ohayo gozaimasu...
Minna gengki desuka.
Kore wa honto no hanashi janakute, joodang dayoo...

Di sebuah SMU di Amerika, saat Pelajaran Sejarah, disitu ada seorang Siswa baru dari Jepang yang bernama Suzuki Yamaguchi.

Ibu Guru :
"Anak-anak, siapa yang terkenal dengan pernyataan 'Kebebasan atau Kematian'...?"

Suasana kelas hening 1 menit dan tiba-tiba Suzuki mengangkat tangannya :
"Patrick Henry, tahun 1775 di Philadelphia..."

Ibu Guru :
"Bagus sekali, Suzuki..!! Dan siapa yang mengatakan 'Negara ini dan Bangsa ini tidak akan pernah mati'...?"

Suasana hening lagi. Suzuki angkat tangan lagi :
"Abraham Lincoln, tahun 1863 di Washington.."

Ibu guru memandang murid-muridnya :
"Kenapa kalian ini..? Suzuki orang Jepang, tetapi tahu sejarah Amerika dari pada kalian.."

Semua murid terdiam, tiba-tiba dari belakang ada yang teriak :
"Pergi kamu..Jepang sialan..!!"

Ibu Guru :
"Hey...siapa yang mengatakan itu..?"

Kembali Suzuki langsung mengangkat tangannya :
"Jendral Mc Arthur, tahun 1942 di Guadalcanal..."

Suasana kelas semakin rame dan gaduh, tiba-tiba ada yang teriak :
"Suzuki sialan, brengsek..!!"

Bu Guru :
"Hey....siapa yang mengatakan itu..?!"

Eeh...Suzuki malahan menjawab :
"Valentino Rossi di Rio de Janeiro, Brazil, pada Motor Grand Prix tahun 2002..."

Ibu Guru semakin gusar dan berkata :
"Sekali lagi kalian berbicara, akan ku gantung kau di Monas...!!"

Suzuki menjawab :
"Anas Urbaningrum, tahun 2012, pada kasus Hambalang di Indonesia..!!"

Ibu guru mengelus dada sambil geleng-geleng :
"Waduuhh... Saya prihatin..."

Suzuki berteriak :
"SBY Presiden Indonesia ke 6..!!"

Ibu Guru semakin stress, lalu tepok jidat :
"Wis aku ra popo..."

Suzuki berdiri dan berteriak :
"Jokowi..Presiden Indonesia..!!"

GUBRAK.....!!! Bu Guru pingsan...

Baka yarooo suzuki kung!

Thursday, April 26, 2018

Sidang Cerai

Sumber Gambar: pixabay.com

Hakim:
"Apa sudah mantap ingin cerai??"

Suami:
"Sudah pak hakim !"

Hakim:
"Tidak menyesal ?"

Suami:
"Tidak pak hakim, saya sudah tidak kuat, siapa yg kuat berumah tangga, setiap hari istri keluyuran ke bar,, diskotik dan karaoke...!!"

Hakim:
"Apa ? Istrimu suka mabuk-mabukan?"

Suami:
"Tidak pak hakim !"

Hakim:
"Apa seneng dugem atau ngedance ?"

Suami:
"Tidak pak hakim !"

Hakim:
"Terus ngapain ke bar, diskotik dan karaoke ?"

Suami:
"Nyari saya pak hakim, saya kan jadi malu sama teman-teman..!"

PRAKKKK..!!!
 (dilempar palu sama Pak Hakim).
                           
 Senyum sejenak biar awet muda

Wednesday, April 25, 2018

Garis Sepanjang 100cm

Sumber Gambar: openclipart.org

Seorang Guru membuat garis sepanjang 100cm di papan tulis,
lalu berkata : "Anak-anak, coba perpendek garis ini!"

seorang anak yang bijak maju kedepan.
Ia tidak mengurangi garis yang 100 cm,
namun membuat garis baru sepanjang 120 cm,
lebih panjang dari garis yang pertama.
Sang Guru menepuk bahunya,

"Kamu memang bijak, untuk membuat garis itu menjadi pendek, tak perlu menghapusnya, cukup membuat garis lain yg lebih panjang, maka garis pertama akan menjadi lebih pendek dgn sendirinya." 

Untuk menjadi yang terbaik tak perlu menjatuhkan,
menyingkirkan atau menjelekkan pihak lain.
Cukup lakukan kebaikan yang lebih baik secara konsisten.
Biarkan waktu yang akan membuktikan kualitas kita.

"Permata akan tetap bersinar meskipun terpendam dalam lumpur yang gelap pekat." 

"Majulah Tanpa Menyingkirkan, Naiklah Tinggi Tanpa Menjatuhkan, 
Jadilah Baik Tanpa Harus Menjelekkan dan Jadilah Benar Tanpa Harus Menyalahkan Orang Lain" 

Mari kita bergandengan Tangan menabur kebaikan...

Thursday, April 19, 2018

Seorang Isteri Menutupi Kemiskinan Suaminya

Sumber Gambar: dupi.wordpress.com

Ada sebuah kisah, ketika seorang suami menangis kepada sahabatnya.

Sahabatnya itu pun bertanya, "Kenapa kau menangis tersedu-sedu seperti ini?"

Sang suami menjawab, "Istriku sedang sakit demam"

Sahabatnya bertanya lagi, "Sebegitu cintanyakah kau?Sehingga istri sakit demam saja sampai menangis sangat dlm seperti ini?

Sang suami menjawab, "Kau tahu siapa istriku?".

Lalu sang suami menceritakan pada sahabatnya, Aku ini miskin, tdk punya pekerjaan tetap & setiap hari keluargaku hanya makan dngn kacang,itu pun jika aku pulang.

Jika aku tak pulang karena blm mendapat apa "untuk dimakan paling istriku hanya minum air atau berpuasa.

Suatu hari keluarga mertuaku mengundang kami untuk berkunjung ke rumahnya, kebetulan istriku berasal dari keluarga kaya.

Saat aku duduk berkumpul bersama mertuaku dan keluarga yang lain di meja makan dengan hidangan yang mewah, aku tidak menemukan istriku. Lalu aku bertanya kepada ibu mertuaku,

"Dimanakah dia ibu?". Ibu mertuaku menjawab, "Istrimu sedang di dapur, dia mencari kacang.....Katanya dia sudah bosan dngn hidangan lauk dan daging, sehingga dia sangat ingin makan kacang"
Ketika mendengar itu ayah mertuaku langsung memelukku sambil berkata,... "Terima kasih menantuku kau telah mencukupi nafkah anakku dngn baik, sampai "dia bosan makan daging dan malah ingin mencoba makan kacang."

Saat itu dadaku tersesak, menahan tangis.

Lalu saat pulang ke rumah kami aku tak bisa lagi menahan tangis, sambil ku peluk erat istriku ...

"Betapa engkau sangat menjaga kehormatanku di hadapan orang lain wahai istriku walau pun itu orang tuamu sendiri, sedangkan aku tahu setiap hari kau hidup kekurangan disini, bahkan sampai tdk makan sama sekali."

Istriku hanya menjawab, "Aku berkewajiban menjaga kehormatanmu, Karena istri adalah pakaian suami dan suami adalah pakaian istri. Karena itu istri adalah kehormatan suaminya, begitu juga pun sebaliknya suami adalah kehormatan bagi isterinya".

Allahu Akbar

Tuesday, April 17, 2018

Sungguh Durhaka Anak yang Mendoakan Orangtuanya 5x sehari

Sumber gambar: porsiwp.eumroh.com

Sungguh Durhaka Anak yang Mendoakan Orangtuanya 5x sehari
(Ustad Arifin Nugroho)

Saya pernah datang ke Kairo - Mesir.

Pada saat sholat Zhuhur ada kajian dari Syaikh yang mengisi kajian sambil berjualan buku.

Di akhir kajian, saya sempatkan utk membeli buku yang di jual oleh Syaikh tadi.

Judul bukunya "Melipat gandakan keuntungan dengan berbakti kepada orangtua."

Dalam satu bab di buku tersebut di bahas mengenai Adab Kepada Orangtua.

Dimana dikatakan bahwa ,
"Sungguh durhaka seorang anak yang hanya mendoakan kedua orangtuanya hanya 5 kali dalam satu hari."

Saya bingung, kenapa kita sudah mendo'akan orangtua sehari 5 kali, kok masih di bilang anak durhaka ?

Saya coba balik lagi ke masjid tempat saya membeli buku tersebut, saya tanyakan kepada pengurus kajian di masjid itu, di mana saya bisa menemui Syaikh yang kemarin memberi kajian di masjid ini.

Dan setelah saya dapatkan nomor ponselnya, saya hubungi dan kami janjian untuk bertemu di sebuah masjid yang kebetulan beliau sedang mengisi kajian juga.

Selesai kajian, saya bertemu dengan beliau, dan saya bertanya, kenapa kok seorang anak yang sudah mendo'akan kedua orangtuanya 5 kali sehari, masih di katakan anak yang durhaka?

Syaikh itu kemudian meminta kepada saya untuk membacakan do'a untuk kedua orangtua.

Dan saya bacakan do'a yang biasa saya baca setelah sholat.

"Rabighfirli waliwali dayya"

"Stop.", kata si Syaikh.
"Ulangi lagi".

"Rabighfirli waliwali dayya"
"Stop, ulangi lagi."

"Rabighfirli waliwali dayya" 
"Stop, ulangi lagi".

Terus saya ulangi sampai sepuluh kali.

Kemudian si Syaikh bertanya kepada saya, "Apakah kamu capek?"
"Tidak, Syaikh".
"Apakah kamu sampai berkeringat?"
"Tidak, Syaikh".
"Apakah kamu sampai mengeluarkan uang membaca do'a seperti yang kamu baca tadi?"

Kembali saya jawab tidak

"Kamu gak perlu mengeluarkan uang, kamu gak perlu mengeluarkan keringat, kamu gak perlu mengeluarkan tenaga yang besar hanya untuk membacakan do'a ampunan kepada kedua orangtuamu." 

"Tapi kenapa kamu hanya bisa memintakan ampunan buat orangtuamu sehari semalam cuma 5 kali?"

"Padahal sejak kamu masih berada dalam perut ibumu, berapa banyak keringatnya yang sudah ibumu keluarkan karena beratnya menanggung kamu yang berada di perutnya?"

"Betapa sakitnya ibumu saat melahirkan kamu, berapa besar biaya yang sudah dikeluarkan kedua orangtuamu untuk membesarkan kamu?"

"Dan sebagai balasannya, kamu hanya bisa mendo'akan kedua orangtua mu cuma 5 kali dalam sehari semalam?"

"Padahal satu kali saat kamu membacakan do'a untuk kedua orangtuamu, Rabighfirli waliwali dayya, saat itu juga satu dosa dari orang tuamu dihapuskan ALLAH."

"Dan ada sebuah kisah, dimana ada seorang orangtua yang saat dia dimakamkan penuh dengan dosa, tiba-tiba, saat orangtua tersebut sedang kesusahan di alam kuburnya, ALLAH berikan keringan dan ALLAH berikan kemuliaan."

"Sampai-sampai si ahlul kubur bingung, kenapa dia di angkat derajatnya seperti ini?"

"Kemudian jawab malaikat, "Ini berkat do'a anak anak mu".

Masya Allah,,,

Sekarang, apakah kita masih berat untuk membacakan do'a untuk kedua orangtua kita sehari lebih dari 50 kali?

Renungkan lah

Monday, April 16, 2018

Lahir dan Mati Tak Jauh Berbeda…


Lahir dan Mati Tak Jauh Berbeda…

Dirimu sungguh unik wahai anak manusia…

Saat dilahirkan, engkau tak tahu siapa yang mengeluarkanmu dari rahim ibumu..
Saat mati, engkau tidak tahu siapa yang memasukkanmu ke dalam liang kubur (secara dhohir)

Ketika lahir engkau dibersihkan dan dimandikan..
Saat mati pun engkau dibersihkan dan dimandikan..

Kau tak pernah tahu siapa yang tersenyum bahagia di hari kelahiranmu..
Kau juga tak mengerti siapa yang menangis di hari kematianmu..

Di perut ibumu, engkau terjepit di tempat yang sempit dan gelap..
Dan ketika mati engkau pun terjepit di tanah yang sempit dan gelap..

Ketika engkau dilahirkan, mereka menutupimu dengan kain…
Di hari kematianmu, engkau pun akan dikafani..

Ketika engkau beranjak dewasa, mereka akan menanyakan kabar dan prestasimu..
Namun ketika engkau mati, tidak ada pertanyaan yang kau terima kecuali tentang amalmu..


Oh… Alangkah dekatnya hari itu..

Karena itu jangan pernah membanggakan harta atau ilmu yang kita miliki. Sungguh kita lahir dalam keadaan kosong dan tak memiliki apa-apa. Lalu Allah memberikan semua kenikmatan ini.

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur. (QS.An-Nahl: 78)

Maka jangan pernah berbangga dengan apa yang kita miliki. Hanya amal dan amal yang akan bernilai untuk kehidupan kita nanti.

kita bersaudara, mari saling mengingatkan


Thursday, April 12, 2018

Belajar dari Korek Api...



Sumber Gambar: pixabay.com

 Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api. .

 Tapi satu batang korek api dapat membakar jutaan pohon.. .

 Jadi... Satu pikiran negatif dapat membakar semua pikiran positif.

 Korek api mempunyai kepala, tetapi tidak mempunyai otak. Oleh karena itu setiap kali ada gesekan kecil, sang korek api langsung terbakar.

 Kita mempunyai kepala, dan juga otak, jadi kita tidak perlu terbakar amarah hanya karena gesekan kecil.

 Ketika burung hidup, ia makan semut.

 Ketika burung mati, semut makan burung.

 Waktu terus berputar sepanjang zaman. Siklus kehidupan terus berlanjut.

 Jangan merendahkan siapapun dalam hidup, bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapa diri kita.

 Kita mungkin berkuasa tapi WAKTU lebih berkuasa daripada kita.

 Waktu kita sedang jaya, kita merasa banyak teman di sekeliling kita.

 Waktu kita sakit, kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi HARTA. .

 Ketika kita tua, kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan.

 Dan, setelah di ambang ajal, kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia.

Hidup tidaklah lama, sudah saatnya kita bersama-sama membuat HIDUP LEBIH BERHARGA.

 Saling menghargai, Saling membantu dan memberi, juga saling mendukung. .

 Jadilah teman perjalanan hidup yg tanpa pamrih dan syarat.

Believe in "Cause and Effect"
Apa yang ditabur, itulah yang akan kita tuai.

Do the best. .
be the best. . 
and for the best. . 
Godbless.. U aamiin

Apa Gelar Akademik Ibumu....??

sumber gambar: pexels.com "IBUMU SARJANA APA? " Ibuku gelarnya adalah MSi : Master Segala ilmu. Tak terbayang bukan, menj...