Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Tuesday, November 8, 2022

Ada Istri yang Minta Cerai



ADA ISTRI YANG MINTA CERAI !!!!!!!

Diambil dari chanel Ust Nasrullah Magnet Rezeki

Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan ust nasrullah.

+ Pak Nas, sy sdh ga kuat dgn suami saya. Saya mau cerai saja...
-: emangnya kenapa bu?

+ ya suami saya udah ga ada kerjanya, ga kreatif, ga bisa jadi pemimpin utk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah cape2 dia santai aja di rumah.
-: oh gitu, cuma itu aja?

+ sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yg paling utama.
-: oooh... iya... mau tahu pandangan saya ga bu?

+ boleh pak Nas.
-: gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya ga bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah ga muat banyak, ga ada gantungan pakaiannya, ga ada lacinya, ga bisa dikunci, malah boros listrik...

Nah... itulah kalau kita pakai produk ga sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya ga akan puas.

+ Mmm... trus apa hubungannya sama suami saya?
-: ya... ibu berharap banget suami ibu jalankan fungsi yang sekunder, bahkan tersier barangkali. Tapi fungsi primernya ga dipakai.

+ saya ga berharap lebih koq pak Nas. Sy cuma pengen dia nafkahi keluarga dengan baik. Saya cuma pengen dia jadi pemimpin yang baik.
-: iya... itu mah cuma fungsi sampingan dari suami. Sayang atuh suami cuma diharapkan jadi begitu aja. Fungsi primernya yang paling utama malah ga ibu harapkan dan kejar.

+ mmm... emang apa fungsi primernya seorang suami?
-: Fungsi primer suami ibu itu adalah untuk jadi tameng bagi dosa2 ibu di neraka.

Saat ibu dapat ridho dari suami, maka... semua dosa2 ibu langsung dimaafkan sama Allah atas keridhoan suami ibu.

Jadi, seorang suami duduk diem aja, itu sangat manfaat untuk ibu, tinggal ibu aja gunakan fungsinya dgn maksimal.

Lakukan apapun yang terbaik yang ibu bisa lakukan untuk dapatkan ridho suami.

Dalam sebuah hadits shohih disebutkan : “ayyumam roatin maatat wa zaujuha ‘anha roodhin dakholatil jannah”

Yang artinya :
“Seorang istri meninggal dunia dan suaminya ridho sepenuhnya kepadanya, maka langsung masuk syurga”

Selebihnya, itu cuma fungsi2 sekunder dari suami. Kejar dulu yg utama ini.

Suami ga kerja ya ga apa2... yang penting sudah jadi suami ibu. Jangan lepaskan, jangan dicerai. Biarkan dia jadi tameng saja bagi neraka.

Kalau cerai, nanti ibu langsung berhadapan dengan api neraka. Dosa2 ibu ga ada yang menghapusnya, kecuali amalan ibu sangat spesial dan udah ga ada dosa sama sekali.

Ibu tinggal cari ridhonya suami. Kalau mmg ibu yang cari nafkah ya gpp. Semua harta yg ibu berikan ke anak dan rumah tangga itu semuanya terhitung sedekah yang sangat mulia. Jauh lebih mulia daripada sedekah ke anak yatim.

+ koq bisa lebih mulia dari anak yatim?
-: ya krn anak yatim ini bukan bagian dari hidup ibu. Memberikannya adalah sedekah yg hukumnya sunnah. Sementara suami, sdh terikat dengan akad nikah, sudah menjadi bagian dari ibu.

Silahkan dibagi sedekah untuk org lain dengan sedekah untuk keluarga, tp yg untuk keluarga, itu yg lebih utama.

+ Tapi... kalau suami zalim bgm? Bahkan KDRT ke keluarga?
-: ya gpp juga... tetap pertahankan. Krn semua perbuatan zalim akan kembali kepada yang melakukannya. Suami akan menanggung akibat KDRT yang dilakukannya. Siksaan Allah sangat pedih bagi suami yang tega menyakiti keluarganya.

Sementara... Ibu fokus aja terus cari ridhonya suami.

Pernah dengar? Istrinya Fir’aun masuk syurga? Apa kurangnya coba Fir’aun melakukan KDRT? Bukan hanya ke sang istri, Fir’aun bahkan tega membunuh bayi2.

Ke istrinya Asiyah, Fir’aun menyiksanya dan bahkan membunuhnya. Doa terakhir Asiyah diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur’an.

Dia tidak meminta Fir’aun di adzab. Dia hanya meminta imbalan atas kesabarannya “ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim”
( QS. 66:11)

+ ya Allah... pak Nas... trmksh atas diskusinya. Lalu apa yang harus saya lakukan?
-: ibu mau ikuti games dari saya?

+ Apa itu Pak Nas?
-: Lakukan ini selama 7 hari saja... setiap malam, tanyakan ke suami, “abang, berapa persen ridhonya abang sama aku hari ini?”

Kalau dia jawab 95%... jangan tidur. Lakukan apapun untuk membuatnya menjawab sampai 100%. Mungkin dipijitin, mungkin dibuatkan makanan, teh, hidangkan buah, apapun... sampai dia mau jawab 100%. Baru setelah dia jawab “iya, aku ridho sama kamu 100%” nah silahkan tidur....

Lakukan selama 7 hari dan rasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang akan ibu dapatkan.

+ siap pak Nas
-: Smg Allah muliakan ibu dan suami.
+ Aaaamiin ya Rabb... trmksh pak Nas...


BARU 5 HARI BERLALU

+ Pak Nas.... ya Allah... trmksh banyak... saya ga tahu mau ngomong apa sama pak Nas... trmksh sudah merubah hidup saya... hanya Allah yang bisa memuliakan pak Nas dan keluarga...
-: Alhamdulillah... gimana, gamesnya dijalankan?

+ Iya pak Nas... dan saya rasakan saya lebih bahagia sekarang. Ini suami juga sudah mulai inisiatif cari kerjaan... walaupun belum dapat, saya sudah cukup bahagia pak Nas, dia mau bantuin saya nganter ke mana2.... ya Allah... enak banget pak Nas...
-: Alhamdulillah...

+ Saya mau terusin gamesnya, ga 7 hari... mau selama2nya boleh pak Nas...?
-: Buoleh banget... lakukan sampai salah satu dari ibu atau suami, dijemput malaikat dengan husnul Khotimah...

+ Huhuhu... makasiiiiih pak Naas...
-: Sama2

Warning :
“Tulisan ini hanya akan cocok jika dibaca oleh istri dan dijalankan olehnya, bukan dipaksa2 sama suami untuk membaca dan melakukannya ☺.
________________***_______________

*Anda boleh bagikan tulisan ini ke yang lain.... Karena yakinilah bahwa banyak orang di luar sana membutuhkan tulisan sederhana ini.*

Monday, October 31, 2022

Ibu, Maaf Tak Ada Bunga Untukmu

sumber gambar: pexels.com

Ibu, Maaf Tak Ada Bunga Untukmu

Ust. Budi Ashari, Lc

Dalam silaturahim saya ke salah seorang senior saya, dengan gurau beliau berkata: Ayo, sudah cari kado belum untuk hari ibu?

Di grup orang-orang baik yang ada di media sosial pun bermunculan berbagai kreasi gambar tentang kemuliaan seorang ibu dan ujungnya: Selamat Hari Ibu.

Saya baru sadar kalau ini adalah bulan di mana hari ibu diperingati. Dari sejak awal, saya katakan bahwa berbagai peringatan hari tersebut jelas bukan karakter agama Islam ini. Tak hanya hari ibu, ada juga hari ayah, hari tembakau, hari kanker, dan entah hari-hari apa yang akan diusulkan kembali setelah ini.

Ini hadir dari kebiasaan sebuah masyarakat yang tidak mampu memenuhi hak seseuatu yang diperingati tersebut. Maka untuk memberikan kepedulian dan perhatian mereka, hari itu diadakan.

Silakan baca sejarah hari-hari tersebut. Hari ibu ini contohnya. Hari yang mulai diramaikan di Amerika ini menjadi hari yang diperingati mengingat masyarakat Amerika adalah masyarakat tanpa ikatan kekeluargaan seperti yang kita kenal dalam Islam. Semakin hari semakin renggang, bahkan bisa tidak saling kenal. Kawin cerai semakin membuat rumit hubungan antara anak dan orang tuanya. Tak ada bab birrul walidain dalam kajian etika mereka. Melihat itu semua, nurani mereka mulai terusik. Ibu yang berjasa –setidaknya- mengandung dan melahirkan, harus dihormati jasanya. Bahkan gereja tak sanggup menyuguhkan moral itu.

Hingga Anna Jarvis tahun 1908 untuk kali pertama membawa bunga yang dibagikan kepada para jemaat yang ada di gereja tempat dahulu ibunya beribadat. Sebelum ini semua, Julia Ward Howe sudah mengkampanyekan ibu untuk keselamatan di Inggris, dalam rangka menyatukan wanita untuk melawan peperangan yang sedang terjadi.

Anna Jarvis memilih waktu Minggu, karena ia ingin menjadi peringatan yang berkekuatan spiritual gereja. Konggres Amerika baru menyepakatinya sebagai o resmi nasional pada tahun 1914.

Tapi tahukah Anda, kalau Anna Jarvis akhirnya menyesal?

Hanya 9 tahun setelah diresmikannya hari ibu, Amerika mulai berpesta di setiap hari ibu tiba. Dengan dalih menghormati ibu, mereka hanya memanfaatkannya untuk bisnis dan marketing berbagai hadiah di pasar. Sakralitas gereja telah berubah menjadi ajang marketing pasar.

Anna Jarvis menyesal, “Saya berharap bahwa saya tidak memulai hari ini, karena ia telah keluar dari kendalinya.”

Anna mengerahkan sisa hidup dan hartanya untuk mengembalikan hari yang telah disesalinya itu. Dengan semua kemarahannya. Tapi tanpa hasil. Bahkan disebutkan bahwa ia ditangkap tahun 1948 gara-gara demo atas keruhnya hari ibu, dia dianggap mengganggu kesalamatan.

Maaf, apa istimewanya sejarah hari ibu di atas?

Bermula dari pembagian bunga dan hanya berujung pada penjualan bunga. Bermula dari gereja berujung penyesalan. Dan akhirnya penangkapan

Maaf, apa istimewanya?

Cermatilah semua peringatan yang mereka buat. Tak jauh dari suasana seperti itu.

Perlahan tapi pasti, peringatan seperti ini mulai memasuki tubuh muslimin yang tak lagi mempunyai pertahanan kokoh. Termasuk negeri ini. Kita lupa kalau kita ini muslim. Tak memerlukan sebuah hari di mana kita menghormati dan berbakti kepada ibu kita.

Karenanya,

Maaf ibu

Tak ada bunga untukmu

Tidak kartu tak pula makanan kesukaanmu

Hanya di hari ibu

Karena aku sadari sepenuhnya

Kaulah segalanya

Tempatmu hanya sederajat di bawah Allah dan Rasul-Nya

Tiga kali lipat di atas ayah kau lebih mulia

Surga ada di bawah telapak kakimu

Kau pintu surga anak-anakmu

Makhluk yang paling berhak terhadap diriku adalah dirimu

Perintah Al-Quran untuk bakti hanya menyebut jasamu

Al Adabul Mufrod karya Al Bukhari membuka dengan bab tentangmu

Doa ampunan dan kasih sayang selalu terkirimkan untukmu

Setelah amal dan dalam sujud panjangku selalu kado doa untukmu

Bahkan, Bakti kepadamu tak terhenti setelah tiadamu

Untuk mengantar yang terbaik hingga peristirahatan indahmu

Untuk semua janji, kewajiban, dan wasiatmu

Untuk saudara dan kerabatmu

Untuk teman baikmu

Karena seluruh hidupku untukmu,

Disetiap hela nafasku

Sadar, tawaf menggendongmu tak mampu membalas setetes air susumu

Dan, Karena bakti tak mengenal hari .....

Monday, November 25, 2019

Anaku, Suatu Hari Nanti Ketika Kamu Melihatku Tua Renta


Assalamu’alaikum anak anakku tersayang ..

ANAKKU, suatu hari nanti, kamu akan melihatku tua renta, dengan pola yang tidak logis, jika hari itu datang, aku mohon berikan sebagian waktumu untuk memperhatikanku, berikan pula sebagian kesabaranmu untuk memahamiku. Saat tanganku mulai bergetar-getar, sehingga seringkali makananku jatuh ke dadaku, saat aku tidak kuat lagi memakai bajuku sendiri, maka hiasilah sikapmu dengan kesabaran mengurusku.

“Ingatlah dulu ketika aku bertahun-tahun lamanya mengajarimu hal-hal yang tidak bisa kulakukan di hari ini. Jika aku tidak lagi rapi dan wangi; jangan salahkan aku. Tapi ingatlah di masa kecilmu, bagaimana aku selalu berusaha menjadikanmu rapi dan wangi. Jangan menertawakanku, bila kamu melihat aku tidak tahu atau tidak paham tentang perkembangan zamanmu.

“Tapi jadilah kamu mata dan pikiranku, agar aku bisa menutupi ketertinggalanku. Aku dahulu yang mendidikmu, aku dulu yang mengajarimu bagaimana menghadapi hidup ini. Akulah yang dulu mengajarimu apa yang harus aku lakukan hari, dan apa harusnya tidak aku lakukan hari ini.

“Janganlah kamu bosan dengan lemahnya ingatanku, lambatnya kata-kata dan pikiranku saat berbicara denganmu. Karena yang membahagiaanku saat ngobrol denganmu sekarang ini; adalah kebersamaanku denganmu saja. Bantulah aku untuk mendapatkan keinginanku, karena aku masih tahu apa yang kuinginkan.

“Saat kedua kakiku tidak patuh lagi untuk membawaku ke tempat yang kuinginkan; jadilah kamu seorang yang penyayang… Ingatlah bahwa aku dahulu menuntunmu berkali-kali agar engkau mampu berjalan.

“Maka jangan kaumalu menuntunku saat itu, karena nanti juga kamu akan mencari orang yang menuntunmu.

“Ingatlah, di umurku ini aku tidaklah menginginkan kehidupan sepertimu, tapi simpelnya, aku hanya menunggu kematian. Maka, temanilah aku, jangan kau campakkan aku. Saat kamu ingat kesalahan-kesalahanku; ingatlah bahwa tidak ada yang kuinginkan darinya kecuali kebaikan untukmu.. maka, sesuatu yang paling baik kau lakukan untukku saat ini adalah memaaafku, menutupi aibku.. semoga Allah memaafkanmu dan menutupi aibmu.

“Sungguh tawa dan senyumanmu masih terus membuatku bahagia seperti dulu.. oleh karena itu, jangan halangi aku untuk menemanimu. Aku dahulu bersamamu saat kamu dilahirkan.

“Maka, hendaklah kamu bersamaku saat aku mendekati kematian.

“Ya Rabb, ampunilah aku dan kedua orang tuaku…

“Sayangilah mereka berdua, sebagaimana mereka telah mendidikku (dengan kasih sayang) saat aku kecil.”

Umi..

Monday, November 11, 2019

Menafkahi Orangtua


sumber gambar: sosmed

MENAFKAHI ORANG TUA
*(sudut renungan)

Orang tua tidak takut miskin memberi nafkah pada anaknya saat membesarkan mereka._
Tapi banyak anak sering takut kekurangan saat menanggung orang tuanya dimasa tuanya.

Lihat diri kita saat ini,
Sehebat apapun,
Suksespun setinggi langit,
tapi tanpa doa restu orang tua yang membesarkan kita
maka tidak akan ada ketenangan, keberkahan & kebahagiaan dalam hidup.

Uang bisa dicari,
ilmu bisa digali
jabatan bisa kita raih
tapi kesempatan untuk mengasihi orang tua takkan terulang kembali.

Satu ibu,
bisa merawat tujuh anaknya
tapi tujuh orang anak belum tentu bisa membahagiakan
satu orang ibu.

Satu ayah,
bisa menghidupi 7 anaknya
tapi tujuh orang anak belum tentu dapat menghidupi
satu orang ayah.

Sesekali tengoklah orang tuamu,
tatap wajahnya ketika ia terlelap tidur
lihat kerutan di wajahnya,
lihat rambutnya yang kini mulai memutih,
lihat badannya,
yang dulu tegap kini mulai membungkuk,
semua telah berubah termakan waktu tapi tidak dengan kasih sayangnya...

Sudahkah kita membuatnya bahagia hari ini?
Sudahkah kita membuatnya bangga hari ini?
Sudahkah kita membuatnya tersenyum hari ini?

Tidak akan ada jasa yang mampu kita balas,
Tidak akan ada kebaikan yang mampu kita balas,
semua begitu banyak, begitu tulus.



Hadiahkanlah Kebahagiaan untuk kedua orangtua kami atas segala pengorbanan dan kasih sayang yang telah mereka berikan.

Perlakukanlah orang tuamu dengan penuh hormat maka rezekimu akan semakin diberkati




Mohon Dengan Hati Yang Ikhlas Luangkan Waktu Untuk SHARE Status Ini, Agar Lebih Banyak Orang Yangn Membacanya & Semoga Allah Menggantinya Dengan Pahala Yang Besar. Aamiin....

Thursday, November 7, 2019

Mensyukuri Hidup

sumber gambar: pexel.com

Seorang pria mendatangi Master, "Guru, saya bosan hidup. Rumah tangga berantakan. Usaha kacau. Saya ingin mati."

Sang Master tersenyum,"Oh, kamu sakit. Dan penyakitmu pasti bisa sembuh."

"Tidak Guru, tidak. Saya tidak ingin hidup," tolak pria itu.

"Baiklah. Ambil racun ini. Minum setengah botol malam ini, sisanya besok sore jam 6. Jam 8 malam kau akan mati dgn tenang."

Pria itu bingung. Setiap Master yang ia datangi selalu memberikannya semangat hidup. Tapi yang ini malah menawarkan racun.

Sampai rumah, ia minum setengah botol racun. Ia memutuskan makan malam dengan keluarga di restoran Jepang yang sudah lama tak pernah ia lakukan. 

Untuk meninggalkan kenangan manis, ia pun bersenda gurau dengan riang. Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan berbisik,"Sayang, aku mencintaimu."

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar & melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk jalan pagi.

Pulang ke rumah, istrinya masih tidur. Ia pun membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu untuk istrinya.

Istrinya merasa aneh, "Sayang, apa yang terjadi? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku ya?"

Di kantor, ia menyapa setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Boss kita kok aneh ya?" Ia menjadi lebih toleran, apresiatif terhadap pendapat berbeda. Ia mulai menikmatinya.

Pulang jam 5 sore, ternyata istrinya menungguinya. Sang istri menciumnya,

"Sayang, sekali lagi mohon maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkanmu."Anak-anak pun berani bermanjaan kembali padanya.

Tiba-tiba, ia merasa hidup begitu indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.

Tetapi bagaimana dengan racun yang sudah ia minum?

Bergegas ia mendatangi sang Master, "Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh."

"Bila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan.

Leburkan egomu. Bersyukurlah! Itulah rahasia kehidupan."

Tuesday, October 22, 2019

Adab terhadap Guru

Photo by Element5 Digital on Unsplash


ADAB PADA GURU

Ini kisah di zaman Syekh Abdul Qadir Al-Jailani ketika ada seorang yang busuk hatinya ingin menfitnah Syekh Abdul Qadir, lalu org tsb berupaya mencari jalan untuk menfitnahnya..
Maka ia membuat lubang di dinding rumah Syekh Abdul Qadir dan mengintipnya..

Kebetulan ketika ia mengintip Syekh Abdul Qadir.. ia melihat Syekh Abdul Qadir sedang makan dengan muridnya..

Syekh Abdul Qadir suka makan ayam..
dan setiap kali ia makan ayam dan makanan yang lain.. ia akan makan separuh sahaja.. Dan lebihan makanan tersebut akan diberi kepada muridnya..

Maka orang tadi pergi kepada bapak murid Syekh Abdul Qadir tadi..

Bpk punya anak yg namanya ini?

Jawab si bapak: ya ada..

Apa benar anak bpk belajar kpd Syekh Abdul Qadir?

Jawab si bapak: ya.

Bpk tahu, anak Bpk diperlakukan oleh Syekh Abdul Qadir Jailani seperti seorang hamba sahaya atau kucing saja.. Syekh Abdul Qadir beri lebihan sisa  makanan pada anak Bpk...

Maka si bapak tidak puas hati lalu ke rumah Syekh Abdul Qadir, serta berkata keras kpd Syekh...

"Wahai tuan Syekh, saya menghantar anak saya kepada tuan Syekh bukan untuk jadi pembantu atau dilakukan seperti kucing..
Saya hantar kepada tuan Syekh, supaya anak saya jadi alim ulama'.."

Syekh Abdul Qadir hanya jawab ringkas saja..
"Kalau begitu ambillah anakmu.."

Maka si bapak tadi sgera mengambil anaknya untuk pulang..
Ketika keluar dari rumah Syekh menuju jalan pulang.., bapak tadi bertanya pada anaknya beberapa hal mengenai ilmu hukum syariat ... ternyata kesemua soalannya dijawab dengan betul..

Maka bapak tadi berubah fikiran untuk kembalikan anaknya kepada tuan Syekh Abdul Qadir..

"Wahai tuan Syekh terimalah anak saya untuk belajar dengan tuan kembali...
Tuan didiklah anak saya..
Ternyata anak saya bukan seorang pembantu dan bukan juga diperlakukan seperti kucing...
Sy melihat ilmu anak sy sangat luar biasa bila bersamamu.."

Maka jawab tuan Syekh Abdul Qadir..
"Bukan aku tidak mau menerimanya kembali.. tapi ALLAH sudah menutup pintu hatinya untuk menerima ILMU..
ALLAH sudah menutup futuhnya untuk mendapat ilmu..
disebabkan seorang AYAH yang tidak beradab kepada GURU..
maka anak yang menjadi korbannya.."
....

Begitulah ADAB dalam menuntut ilmu..

Anak, Ibu, ayah dan siapa pun perlu menjaga adab kepada Guru..

Betapa pentingnya adab dalam kehidupan seharian kita..

Kisah di atas menceritakan seorang ayah yang tiada adab pada guru..

Bagaimana kalau diri sendiri yang tiada adab, memaki dan menghinakan Gurunya..

Kata ulama: Satu perasangka buruk saja kepada Gurumu..
maka Allah haramkan seluruh keberkahan yang ada pada Gurumu kepadamu..

Semoga Allah jadikan kita orang yang beradab kepada sesama makhluknya, terlebih lagi kepada Guru yang telah mengajarkan ilmu dan hikmah kepada kita... Aamiin..🤲

Silaken dishare, semoga manfaat.🙏

M. Apud Kusaeri, S.Pd, M.Si
TRUSTCO

Friday, October 11, 2019

Pakaian yang ditambal Ibu

Photo by MICHAEL FRATTAROLI on Unsplash

🚶‍♂Suatu hari, Zacky mengalami kecelakaan mobil. Untungnya, kecelakaan itu tidak parah, dia hanya mengalami luka terkilir. Ketika membawa mobilnya yang rusak ke bengkel, tiba-tiba dia sadar bahwa rumah orangtuanya tidak jauh dari bengkel tersebut, dan karena sudah cukup lama tidak menjenguk mereka, dia pun mampir ke rumah orangtuanya.

Zacky mampir ke rumah orangtuanya dan menginap semalam. Keesokan harinya, saat akan pulang, dia melihat pakaian robeknya kemarin telah dijahit oleh ibunya. Zacky sedikit tersentuh dan kemudian bergumam — uangku banyak, nanti dibuang saja sesampainya di rumah.

Namun, karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya, Zacky pun lupa sesampainya di rumah. Dia mengenakan pakaian yang ditambal ibunya itu dan pergi ke berbagai jamuan. Bahkan berhasil mencapai kesepakatan bisnis besar yang sudah lama ditunggu-tunggu.

Setelah sibuk sampai malam, tiba-tiba dia baru menyadari masih mengenakan pakaian yang ditambal ibunya, kemudian dia melepas pakaian itu dan dibuang ke tong sampah.

Keesokan paginya, bisnis yang dibicarakan kemarin secara resmi ditandatangani. Klien bertanya kepadanya, “Mengapa pakaian tambal yang Anda kenakan kemarin itu tidak dipakai lagi hari ini ?”

“O..pakaian itu mau dicuci,” sahutnya tersenyum malu.

Klien besarnya itu menepuk pundaknya dan berkata, “Anda mungkin tidak tahu, kami menandatangani kontrak dengan Anda karena melihat tambalan kecil pada pakaian yang Anda kenakan. Dari pakaian itu, kami dapat menilai bahwa Anda adalah orang yang sederhana dan pekerja keras. Bagi kami, sosok orang yang sederhana dan pekerja keras itu jelas merupakan mitra terbaik!”

Saat pulang ke rumah, Zacky mencari pakaian tambal itu dari tong sampah. Dia mencucinya dan digantung di sudut lemari yang tidak mencolok, siapa tahu nanti berguna, gumamnya.

Satu minggu berlalu, suatu pagi saat akan berangkat kerja, Zacky didatangi dua petugas polisi. Ternyata pada malam minggu lalu, salah satu kliennya diculik dan dihabisi. Kawanan penculik ditangkap malam itu juga. Selama interogasi, mereka mengaku bahwa mereka awalnya ingin menculik Zacky, jadi pagi ini, polisi menemui Zacky untuk mengingatkannya.

Sontak saja, Zacky tercengang mendengarnya dan bertanya kepada polisi : “Lalu mengapa mereka akhirnya tidak menculikku ?”

“Karena mereka melihat Anda mengenakan pakaian yang ditambal, lalu menduga Anda tidak sekaya yang dibayangkan, mereka berpikir tidak mungkin seorang pengusasha kaya memakai pakaian yang ditambal,” kata polisi.

Perasaan Zacky bergejolak tak menentu setelah mendengar keterangan polisi, tak disangka tambalan yang tak terduga itu telah menyelamatkan nyawanya. Setelah petugas polisi pergi, Zacky segera mengambil pakaian itu, dia mengelus jahitan di pakaiannya sambil membayangkan wajah ibunya, dan tanpa bisa ditahan dia pun menangis seperti anak kecil.

Kasih ibu itu bagaikan tetesan air mata, meski tak bersuara, tetapi bisa meresap sampai ke relung hati yang kering; dia biasa-biasa saja, tetapi mengandung sebuah keagungan yang luar biasa !

Terkadang, ibu adalah setetes obat yang mujarab. Dapat menyelamatkan jiwa orang yang kritis ;

Terkadang, kasih ibu bagaikan seberkas cahaya penuntun di lautan kehidupan.

Menuntun kita keluar dari kegelapan, mengikuti cahaya terang.

Siapa yang bisa mengukur dan benar-benar bisa membalas jasa dari kasih ibu yang mulia ini ? 💚

Jadilah anak yang berbakti, sering-seringlah pulang menjenguk kedua orangtuamu 🚶‍♂🏃🏻‍♂💚

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.👏💚🙏

Wednesday, October 9, 2019

Tiket Perjalanan Manusia


Masya Allah..kreatif banget yang menulis pesan ini, tolong share bagikan di grup whatsapp'mu

====================================
➡ TIKET PERJALANAN MANUSIA ⬅

(IDENTITAS PENUMPANG)

Nama  : Annas/Manusia
Tempat Asal  : Tanah
Alamat  : Planet Bumi

(KETERANGAN PERJALANAN)

Terminal Keberangkatan Dunia
Transit  : Alam Kubur
Terminal Kedatangan  : Padang Mahsyar
Tujuan Akhir : Syurga/Neraka
Jam Keberangkatan  : Surprise/Menunggu ijra'il Menjemput
Check In  : Akan Dilakukan Oleh Malaikat Maut

(BARANG BAWAAN YANG DIIJINKAN)

1. Kain Kafan
2. Iman
3. Amal Sholih

(BARANG BAWAAN YANG TIDAK DIIJINKAN)

1. Istri/Suami Berikut Anak"
2. Harta Benda
3. Jabatan

(BARANG YANG BOLEH DATANG MENYUSUL)

1. Shodaqoh/Jariyyah
2. Ilmu Yang Bermanfaat
3. Do'a Anak Sholeh


(PERHATIAN‼)
Kami Sarankan Kepada Para Penumpang

1. Sebelum keberangkatan diharapkan untuk selalu membaca, mempelajari, dan mengamalkan buku petunjuk kehidupan yang sudah tercantum dalam al-Quran'nul Qarim.

2. Sebelum keberangkatan diharapkan untuk selalu mengamalkan standard operating procedure (SOP) seperti yang ditunjukan oleh rosullullah SAW.

3. Kami sarankan untuk selalu waspada dan Hati-hati dengan calo syaithan yang selalu menawarkan tiket ke neraka jahanam.

(CATATAN PENTING)
Kpd Para Penumpang, Sebelum Keberangkatan, Kami Ingatkan untuk :

Selalu Memeriksa kembali barang bawaan yang akan anda titipkan :

1: Tolong cek dulu Istri/Suaminya jangan sampai mereka tidak pernah di arahkan ke jalan allah dan rasulnya,

2-Cek dulu anak_anaknya jangan sampai mereka tidak pernah di ajarkan pendidikan_pendidikan agama,

3-Cek dulu harta'nya jangan sampai ada yang belum pernah di zakatkan,

3-Cek dulu jabatannya jangan sampai di jadikan fasilitas untuk menindas rakyat_rakyat yg lemah, dan tentunya kami anjurkan bagi para penumpang untuk selalu berdo'a terlebih dahulu supaya selamat sampai tujuan.

DO'A YANG KAMI ANJURKAN

Ya Allah Ya Robi..
--Selamatkanlah kami semuanya, ibu&bapak, suami/istri, anak_anak, saudara, dan sahabat sahabat kami dalam perjalanan panjang ini,

--Tunjukkan kpd kami petunjuk yang benar saat tiba di terminal keberangkatan kami (dunia ini), dan istirahatkanlah kami saat tiba di stasiun alam kubur,

--Berikanlah kami kemudahan saat sampai di terminal akhir padang mahsyar nanti,

--Sampaikanlah kami ke tujuan kami (syurga), dan berilah pahala yang besar kepada orang yang membagikan/men_share pesan ini AMIN

Kami Berharap Anda Untuk Bisa Menta'ati Semua Peraturan Peraturan Agama Yg Terus Berlaku,Agar Anda Tidak Tersesat Dan Bisa Selamat Sampai Tujuan, Atas Perhatiannya Kami Ucapkan Salam & Terimakasih.
*===================================*

Tuesday, October 8, 2019

Belajar Kesederhanaan dari Rasul SAW

Sumber gambar: islami.co

BELAJAR KESEDERHANAAN DARI RASUL SAW

Tak perlu malu kerana miskin, rumah manusia paling mulia pun seperti ini.

Perabot Rumah dan Kesederhanaan Rasulullah

Di sebelah timur masjid Nabawi Madinah, tampak sebuah bangunan yang akan membuat kita takjub, terpesona kerana kesederhanaannya. Itulah tempat tinggal Rasul Agung Muhammad SAW. Rumah itu sangat kecil dengan hamparan tikar usang dan hampir tanpa perabot.

Zaid bin Tsabit bertutur, “Anas bin Malik pelayan Rasulullah pernah memperlihatkan kepadaku tempat minum Rasulullah yang terbuat dari kayu yang keras dan di patri dengan besi. Kemudian Anas berkata kepadaku, ‘Wahai Tsabit, inilah tempat minum Rasulullah. Dengan gelas kayu inilah Rasulullah minum air, perasan kurma, madu dan susu.” (HR Tirmidzi).

Benda lain yang dimiliki Rasulullah adalah baju besi yang biasa dipakai saat berperang. Tetapi tak lama setelah baginda wafat baju besi itu digadaikan kepada seorang Yahudi dengan beberapa karung gandum, seperti yang pernah diriwayatkan Saidatina Aisyah RA.

Soal tempat tidur Rasulullah SAW, Ummul Mu’minin, Aisyah RA menggambarkan bahawa suaminya itu tidak tidur di tempat yang mewah. “Sesungguhnya hamparan tempat tidur Rasulullah SAW terdiri atas kulit binatang, sedang isinya adalah sabut kurma.”
(HR At-Tirmidzi)

Hafshah saat ditanya, “Apa yang menjadi tempat tidur Rasulullah SAW?” Ia menjawab, “Kain dari bulu yang kami lipat dua. Di atas itulah  Rasulullah SAW tidur. Pernah suatu malam aku berkata (dalam hati): sekiranya kain itu aku lipat menjadi empat lapis, tentu akan lebih empuk baginya. Maka kain itu kulipat empat lapis.”

Manakala waktu subuh, cerita Hafsah, Rasulullah SAW mengatakan, “Apa yang engkau hamparkan sebagai tempat tidurku semalam?” Aku menjawab, itu adalah alas tidur yang biasanya Nabi pakai, hanya saja aku lipat empat. Aku kira akan lebih empuk.” Rasulullah SAW membalas, “Kembalikan kepada asalnya! Sungguh, disebabkan empuknya, aku terhalang dari shalat di malam hari.” (HR At-Tirmidzi).

Cerita tentang tempat tidur Rasulullah SAW juga pernah menyembabkan Umar bin Khatab menangis. Padahal, Umar bin Khatab terkenal sebagai pemuda yang gagah perkasa sehingga disegani banyak orang baik dari kalangan lawan mahupun kawan.

Bahkan konon, dalam satu riwayat, Nabi menyebutkan kalau setan pun segan dan takut dengan Umar. Kalau Umar sedang lewat di suatu jalan, syaitan pun menghindar dari jalan yang dilaluinya dan memilih lewat jalan yang lain.

Terlepas dari kebenaran riwayat terakhir ini, yang jelas keperkasaan Umar sudah menjadi buah bibir di kalangan umat Islam. Kerana itu, fenomena Umar menangis menjadi peristiwa yang sangat menghairankan.

Mengapa "Singa Padang Pasir" ini sampai menangis? Umar pernah meminta izin menemui Rasulullah SAW. Umar mendapati Rasulullah sedang berbaring di atas tikar yang sangat kasar. Sebagian tubuh beliau berada di atas tanah. Baginda hanya berbantalkan pelepah kurma yang keras.
“Aku ucapkan salam kepadanya dan duduk di dekatnya. Aku tidak sanggup menahan tangisku,” ujar Umar bin Khattab

Rasulullah yang mulia pun sampai bertanya kepada Umar, "Mengapa Engkau menangis, wahai Umar?"

“Bagaimana aku tidak menangis, wahai Rasulullah. Tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuh engkau, padahal Engkau ini Nabi Allah dan kekasih-Nya. Kekayaanmu hanya yang aku lihat sekarang ini. Sedangkan Kisra dan Kaisar duduk di singgasana emas dan berbantalkan sutera".

Lalu Nabi SAW berkata, "Mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang juga; sebuah kesenangan yang akan cepat berakhir. Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang yang pergi pada musim panas. Ia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian berangkat dan meninggalkannya," ujar Rasul SAW

Baginda Nabi Muhammad SAW. hidup dengan sangat zuhud. Seperti dituturkan oleh Aisyah, betapa Rasulullah hanya mempunyai dua baju, tidur di atas daun pelepah kurma, perutnya selalu lapar, bahkan pernah diganjal dengan batu, dan sangat sedikit tidur.

Rasulullah juga mengerjakan sendiri pekerjaan rumahnya, menambal baju sendiri, dan memerah kambingnya sendiri. Seperti itulah pekerjaan keseharian Rasulullah, selalu memenuhi kebutuhan pribadinya secara mandiri, tanpa membebani keluarga atau orang lain. Jika baginda mahu tentulah sangat mudah menggantikan pekerjaan itu kepada orang lain, kerana baginda adalah kepala rumah tangga sekaligus kepala negeri Arab pada saat itu.

Hanya sesibuk apapun baginda ketika Bilal sudah mengumandangkan adzan, baginda bergegas ke masjid dan menjadi imam. Selama hidupnya belum pernah baginda meninggalkan jamaah di masjid kecuali hari dimana baginda dipanggil menghadap Allah SWT kerana sakit.

Bandingkan dengan umat sekarang. Bajunya paling sedikit dua almari. Dengan berbagai model. Jasnya bertumpuk-tumpuk. Sepatunya berderet-deret semuanya branded. Tidurnya diatas katil yang import harganya puluhan ribu. Bagaimana hendak melaksanakan solat malam?

Umat sekarang jauh dibandingkan dengan Nabi Muhammad SAW. Perutnya buncit-buncit. segala jenis makanan dimasukkan ke dalam perutnya. Halal dan haram menjadi satu.

Rumah Rasulullah tampak begitu sederhana, tetapi mengapa kita malah ingin memiliki rumah mewah dan harta yang berlimpah ruah untuk berfoya foya?

Sungguh  indah nian perumpamaan Nabi SAW akan hubungan beliau dengan dunia ini. Dunia ini hanyalah tempat pemberhentian sementara, hanyalah tempat berteduh sejenak, untuk kemudian kita meneruskan perjalanan yang sesungguhnya. Semoga ini boleh membantu cerminan buat kita semua.

Allahumma sholli 'ala Muhammad wa'ala alihi wasohbihi wasallim.

Monday, October 7, 2019

[Kisah] Anak Kecil yang Menumbangkan Ulama Sombong


KISAH ANAK KECIL YANG MENUMBANGKAN 'ULAMA' SOMBONG DAN TERSESAT

Alkisah di masa Imam Abu Hanifah ada anak masih kecil sekitar umur 7 tahun, dan seorang ulama yang memiliki Ilmu luas dan tiada bandingannya namanya Dahriyah.

Seluruh Ulama pada waktu itu tidak ada yang mampu menandinginya di saat berdebat, terutama dalam bab Tauhid.

Maka muncullah sifat kesombongannya, bahkan akhirnya ia berani mengatakan bahwa ALLAH itu tidak ada.

Sayangnya belum ada Ulama yang mampu mengalahkan dia dalam berdebat, sampai tiba pada suatu pagi ketika para Ulama dikumpulkan di suatu Majlis milik Syaikh Himad, guru Imam Abu Hanifah, yang pada hari itu Abu Hanifah kecil hadir juga di majlis itu.

Maka Dahriyah naik ke mimbar lalu berkata dengan sombong dan congkaknya:

Siapakah di antara kalian hai para Ulama yang akan sanggup menjawab pertanyaanku?

Sejenak suasana hening, para Ulama semua diam, namun tiba-tiba berdirilah

Abu Hanifah dan berkata:
Abu Hanifah:
Omongan apa ini?
Maka barang siapa tahu pasti ia akan menjawab pertanyaanmu.

Dahriyah:
Siapa kamu hai anak ingusan, berani kamu bicara denganku. Tidakkah kamu tahu, bahwa banyak yang berumur tua, bersorban besar, para pejabat, dan para pemilik jubah kebesaran, mereka semua kalah dan diam dari pertanyaanku, kamu masih ingusan dan kecil berani menantangku...!

Abu Hanifah:
ALLAH tidak menyimpan kemuliaan dan keagungan kepada pemilik sorban yang besar dan para pejabat dan para pembesar, tetapi kemuliaan hanya diberikan kepada Al-Ulama.

Dahriyah:
Apakah kamu akan menjawab pertanyanku?

Abu Hanifah:
Ya aku akan menjawab pertanyaanmu dengan taufiq ALLAH.

Dahriyyah:
Apakah ALLAH itu ada?

Abu Hanifah:
Ya ada

Dahriyah :
Dimana Dia ?

Abu Hanifah:
DIA, tiada tempat bagi DIA.

Dahriyyah:
Bagaimana bisa disebut ada bila Dia tak punya tempat?

Abu Hanifah:
Dalilnya ada di badan kamu, yaitu Ruh.
Saya tanya, kalau kamu yakin Ruh itu ada, maka di mana tempatnya? Di kepalamu, di perutmu atau di kakimu?
Dahriyah diam seribu bahasa dengan muka malu.
Lalu Abu Hanifah minta air susu pada Gurunya, Syaikh Himad lalu bertanya kepada Dahriyah:
Apakah kamu yakin di dalam susu ini ada manis?

Dahriyah:
Ya saya yakin di susu itu ada manis.

Abu Hanifah:
Kalau kamu yakin ada manisnya, saya tanya apakah manisnya ada di bawah, atau di tengah, atau di atas?
Lagi-lagi Dahriyah diam dengan rasa malu.
Lalu Abu Hanifah menjelaskan:
Seperti Ruh atau manis yang tidak memiliki tempat, maka seperti itu pula tidak akan ditemukan bagi ALLAH tempat di Alam ini baik di Arsy atau Dunia ini.
Lalu Dahriyah bertanya lagi:
Sebelum ALLAH itu apa dan setelah ALLAH itu apa?

Abu Hanifah:
Tidak ada apa-apa sebelum ALLAH dan sesudahnya tidak ada apa-apa.

Dahriyah:
Bagaimana bisa dijelaskan bila sebelum dan sesudahnya tak ada apa-apa?

Abu Hanifah:
Dalilnya ada di jari tangan kamu,
Apakah sebelum jempol dan apakah setelah kelingking?
Dan apakah kamu bisa menerangkan jempol 👍 duluan atau kelingking 🤙 duluan ?
Demikianlah sifat ALLAH. Ada sebelum semuanya ada dan tetap ada bila semua tiada. Itulah makna kalimat Ada bagi Hak ALLAH.
Lagi-lagi Dahriyah dipermalukan, lalu ia berkata:
Satu lagi pertanyaanku, apa perbuatan ALLAH sekarang?

Abu Hanifah :
Kamu telah membalikkan fakta, seharusnya yang bertanya itu di bawah mimbar dan yang ditanya di atas mimbar.
Akhirnya Dahriyah turun dari mimbar dan Abu Hanifah naik ke atas mimbar.

Dahriyah: 
Apa perbuatan ALLAH sekarang?

Abu Hanifah: 
Perbuatan ALLAH sekarang adalah menjatuhkan orang yang tersesat seperti kamu ke bawah jurang Neraka dan menaikkan yang benar seperti aku ke atas mimbar keagungan.

Maha Suci ALLAH yang telah menyelamatkan keyakinan Islam melalui seorang anak kecil.
Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari sifat-sifat:
Sok, 
Tinggi Hati, 
Angkuh, 
Meremehkan/Merendahkan Orang, 
Buruk Sangka, 
Takabbur, 
Dzalim 
Sombong. 
Aamiin.
Semoga yg berkomentar Aamiin dijauhkan dari segala penyakit, diberi sehat wal'afiat, rezekinya melimpah ruah, dan keluarganya bahagia Dan bisa masuk Surga melalui pintu mana saja. Aamiin ya Rabbal'alamiin..

(Dikutip dari Kitab _Fathul Majid_, Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi Asy-Syafi’i;
والله اعلم
Semoga bermanfaat.Aamiin

Wednesday, October 2, 2019

Glory Day



GLORY DAY 

Ada seorang ayah yang mempunyai
3 orang anak dengan
harta sebanyak :

🐃 "19 Ekor Kerbau" 🐃

Ketika
mendekati
ajalnya, sang
Ayah membagikan
warisan kepada ke tiga anaknya dengan pesan :

1/2 utk Anak Pertama,
1/4 utk Anak Kedua,
1/5 utk Anak Ketiga.

👨👱🏻👩

Setelah
sang ayah
meninggal dunia. 😇

Ketiga
anaknya
membagikan
kerbau sesuai
pesan ayah mereka.

Tapi
mereka
menemukan
~ kesulitan 🤔
~ dan keganjilan 🤗

1/2 x 19 = 9,5 ekor
1/4 x 19 = 4,75 ekor
1/5 x 19 = 3,8 ekor

bahwa
masing2
mereka akan
mendapatkan bagian
kerbau yg tidak utuh 🐃

dan
masing2
anak TIDAK MAU
mengalah 😡

semua
berusaha
mendapatkan
bagian secara utuh 😟

😖😖😖

karena harta peninggalan sang ayah berjumlah 19 ekor kerbau.


Kabar tentang pertengkaran mereka terdengar oleh seorang bapak miskin yang hanya mempunyai 1 ekor kerbau.


Karena prihatin
dengan hal tersebut,
akhirnya sang bapak
menemui mereka,


dan
bersedia dengan ikhlas
memberikan kerbaunya🐃

supaya
masing-masing
anak mendapat
bagian yang utuh,

sehingga
jumlah kerbau
menjadi 19+1=20 ekor

Anak-anak itu setuju 😀👍👍

dan
mereka
mulai membagi :

Anak
pertama
mendapat :
1/2 x 20 = 10 ekor.
🐃🐃🐃🐃🐃🐃🐃🐃🐃🐃

Anak
yang kedua
mendapat bagian :
1/4 x 20 = 5 ekor.

🐃🐃🐃🐃🐃

Anak
yang ketiga
mendapat bagian :
1/5 x 20 = 4 ekor.

🐃🐃🐃🐃

Demikianlah masing-masing anak mendapatkan bagian yang utuh.

Dan
totalnya
ternyata 10+5+4=19.

            AJAIB KAN ?
                 😇


Akhirnya tersisa 1 ekor yang diberikan kembali pada bapak miskin yang bijak tadi.

Percayalah jika kita memberi dengan ikhlas untuk menjadi bagian dari solusi, ternyata kita TIDAK KEHILANGAN sesuatu apapun, malah memberi manfaat bagi sesama karena Allah-lah yang akan menggantikan semua itu.

Seperti dalam kasus ini walaupun sebenarnya sang bapak yang miskin tidak mengharap kerbaunya kembali, karena ia telah ikhlas menjadi bagian dari solusi itu ...............!!!

PESAN MORAL :
Memberi, tidak berarti akan mengurangi harta kita punya walau sepeserpun.

Monday, September 30, 2019

Marbot Masjid Atta'awun Puncak Bogor

Sumber gambar: liputan6

Subhanallah......

MERINDING!!! KISAH NYATA : 
MARBOT MASJID ATTA'AWUN CISARUA PUNCAK BOGOR

Cerita ini nyata yang mengisahkan dua sahabat yang terpisah cukup lama; Ahmad dan Zaenal. Ahmad ini pintar sekali. Cerdas. Tapi dikisahkan kurang beruntung secara ekonomi. Sedangkan Zaenal adalah sahabat yang biasa-biasa saja. Namun keadaan orang tuanya mendukung karir dan masa depan Zaenal.

Setelah terpisah cukup lama, keduanya bertemu. Bertemu di tempat yang istimewa; di koridor wudhu, koridor toilet sebuah masjid megah dengan arsitektur yang cantik, yang memiliki view pegunungan dengan kebun teh yang terhampar hijau di bawahnya. Mesjid tersebut adalah mesjid At-Ta’awun yang berada di puncak Bogor.
Adalah Zaenal, sudah menjelma menjadi seorang manager kelas menengah. Necis. Parlente. Tapi tetap menjaga kesalehannya.

Ia punya kebiasaan. Setiap keluar kota, ia sempatkan singgah di masjid di kota yang ia singgahi. Untuk memperbaharui wudhu, dan sujud syukur. Syukur-syukur masih dapat waktu yang diperbolehkan shalat sunnah, maka ia shalat sunnah juga sebagai tambahan.
Seperti biasa, ia tiba di Puncak Pas, Bogor. Ia mencari masjid. Ia pinggirkan mobilnya, dan bergegas masuk ke masjid yang ia temukan.

Di sanalah ia menemukan Ahmad. Cukup terperangah Zaenal ini. Ia tahu sahabatnya ini meski berasal dari keluarga tak punya, tapi pintarnya minta ampun.

Zaenal tidak menyangka bila berpuluh tahun kemudian ia menemukan Ahmad sebagai merbot masjid..!
“Maaf,” katanya menegor sang merbot. “Kamu Ahmad kan? Ahmad kawan SMP saya dulu?”.

Yang ditegor tidak kalah mengenali. Lalu keduanya berpelukan, Ahmad berucap
“Keren sekali Kamu ya Mas… Manteb…”. Zaenal terlihat masih dlm keadaan memakai dasi. Lengan yang digulungnya untuk persiapan wudhu, menyebabkan jam bermerknya terlihat oleh Ahmad. “Ah, biasa saja…”.

Zaenal menaruh iba. Ahmad dilihatnya sedang memegang kain pel. Khas merbot sekali. Celana digulung, dan peci didongakkan sehingga jidatnya yang lebar terlihat jelas.

“Mad… Ini kartu nama saya…”.
Ahmad melihat. “Manager Area…”. Wuah, bener-bener keren.”

“Mad, nanti habis saya shalat, kita ngobrol ya. Maaf, kalau kamu berminat, di kantor saya ada pekerjaan yang lebih baik dari sekedar merbot di masjid ini. Maaf…"

Ahmad tersenyum. Ia mengangguk. “Terima kasih ya… Nanti kita ngobrol. Selesaikan saja dulu shalatnya. Saya pun menyelesaikan pekerjaan bersih2 dulu… Silahkan ya. Yang nyaman”.

Sambil wudhu, Zaenal tidak habis pikir. Mengapa Ahmad yg pintar, kemudian harus terlempar darik kehidupan normal. Ya, meskipun tidak ada yang salah dengan pekerjaan sebagai merbot, tapi merbot… ah, pikirannya tidak mampu membenarkan.

Zaenal menyesalkan kondisi negerinya ini yg tidak berpihak kepada orang-orang yang sebenarnya memiliki talenta dan kecerdasan, namun miskin.

Air wudhu membasahi wajahnya…
Sekali lagi Zaenal melewati Ahmad yang sedang bersih-bersih. Andai saja Ahmad mengerjakan pekerjaannya ini di perkantoran, maka sebutannya bukan merbot. Melainkan “office boy”.
Tanpa sadar, ada yang shalat di belakang Zaenal. Sama-sama shalat sunnah sepertinya.

Setelah menyelesaikan shalatnya Zaenal sempat melirik. “Barangkali ini kawannya Ahmad…”, gumamnya.
Zaenal menyelesaikan doanya secara singkat. Ia ingin segera bicara dengan Ahmad.

“Pak,” tiba2 anak muda yg shalat di belakangnya menegur.
“Iya Mas..?”
“Pak, Bapak kenal emangnya sama bapak Insinyur Haji Ahmad…?”
“Insinyur Haji Ahmad…?”
“Ya, insinyur Haji Ahmad…”
“Insinyur Haji Ahmad yang mana…?”
“Itu, yang barusan ngobrol sama Bapak…”
“Oh… Ahmad… Iya. Kenal. Kawan saya dulu di SMP. Emangnya udah haji dia?”
“Dari dulu udah haji Pak. Dari sebelum beliau bangun ini masjid…”.

Kalimat itu begitu datar. Tapi cukup menampar hatinya Zaenal… Dari dulu sudah haji… Dari sebelum beliau bangun masjid ini…

Anak muda ini kemudian menambahkan, “Beliau orang hebat Pak. Tawadhu’. Saya lah yg merbot asli masjid ini. Saya karyawannya beliau. Beliau yang bangun masjid ini Pak. Di atas tanah wakafnya sendiri. Beliau biayai sendiri pembangunan masjid indah ini, sebagai masjid transit mereka yg mau shalat. Bapak lihat hotel indah di sebelah sana? … Itu semua milik beliau…

Tapi beliau lebih suka menghabiskan waktunya di sini. Bahkan salah satu kesukaannya, aneh. Yaitu senangnya menggantikan posisi saya. Karena suara saya bagus, kadang saya disuruh mengaji saja dan azan…”.
Zaenal tertegun, entah apa yang ada di hati dan di pikiran Zaenal saat itu

*****
Ada pelajaran dari kisah pertemuan Zaenal dan Ahmad. Jika Ahmad itu adalah kita, mungkin begitu bertemu kawan lama yang sedang melihat kita membersihkan toilet, segera kita beritahu posisi kita yang sebenarnya.

Dan jika kemudian kawan lama kita ini menyangka kita merbot masjid, maka kita akan menyangkal dan kemudian menjelaskan secara detail begini dan begitu. Sehingga tahulah kawan kita bahwa kita inilah pewakaf dan yang membangun masjid ini.

Tapi kita bukan Haji Ahmad. Dan Haji Ahmad bukannya kita. Semoga ia selamat dari rusaknya nilai amal, sebab ia tetap tenang dan tidak risih dengan penilaian manusia. Haji Ahmad merasa tidak perlu menjelaskan apa-apa. Dan kemudian Allah yang memberitahu siapa dia sebenarnya…

“Al mukhlishu, man yaktumu hasanaatihi kamaa yaktumu sayyi-aatihi” Orang yang ikhlas itu adalah orang yang menyembunyikan kebaikan-kebaikannya, seperti ia menyembunyikan keburukan-keburukan dirinya. [Ya’qub YahimaHullah, dalam kitab Tazkiyatun Nafs].

Bila dirasa bermanfaat silahkan SHARE Bagikan ke teman-teman agar jadi renungan inspiratif buat sahabat.

Tuesday, September 24, 2019

Oase Dakwah

sumber gambar: pixabay.com

OASE DAKWAH
Kamis, 8 Oktober 2015


Jika Bukan Karena Allah
Oleh:Rochma Yulika


Jika bukan karena Allah....
Langkah ini akan melemah.
Tegar ini akan memudar.
Teguh ini tak lagi meneguh.
Semangat ini akan berkarat.

Jika bukan karena Allah....
Jiwa mudah merapuh.
Diri enggan bersimpuh.
Lisan mudah berkeluh.
Dan wajah tak lagi teduh.

Jika bukan karena Allah....
Kita tak mengerti makna pengorbanan.
Kita tak pahami arti sebuah perjuangan.
Kita tak mengetahui arti kepahlawanan.

Jika bukan karena Allah...
Tangan tak mudah menengadah.
Diri enggan beribadah.
Dan hidup semakin susah.

Wahai jiwa-jiwa perindu surga.
Segeralah menyambut seruan Nya.
Tinggalkan tipu dunia yang melena.
Tetapkan hati untuk mau menghamba.
Agar diri menjadi pribadi taqwa.

Ibnul Jauzi menasihati: "Barangsiapa yang tidak kerasan bersama Allah di tengah-tengah manusia dan betah dengan-Nya ketika sendirian dan sepi, maka ia seorang jujur yang lemah. 

Barangsiapa yang betah dengan-Nya di tengah-tengah manusia namun tidak kerasan saat sendirian, maka dia sakit. 

Barangsiapa yang tidak merasa betah dengan Allah disaat banyak orang dan di kala sendirian, berarti ia adalah bangkai yang harus disingkirkan. 

Dan, barangsiapa yang betah dan tenteram bersama Allah dikala sendirian dan ditengah-tengah orang banyak, maka dia adalah seorang jujur yang kuat dalam setiap keadaan."

Menjadikan diri untuk pantang menyerah.
Lantaran surga terlampau indah.
Semoga waktu yang terlewati senantiasa berkah.
Agar diri menjadi pribadi yang amanah.


Divisi Tarqiyah Imaniyah PSDM ODOJ
DTI/73/08/10/2015
oaseodoj@gmail.com

Monday, September 23, 2019

[Kisah Seorang Dokter] Obat Tidak Bisa Menyembuhkan

sumber gambar: pexels.com

"Kisah Seorang Dokter" 

Obat Tidak Bisa Menyembuhkan, Yang Menyembuhkan Adalah Allah" 

Sejak pulang dari itikaf di masjid selama 3 hari bersama jamaah dakwah, dokter Agus menjadi pribadi yang berbeda. Sedikit-sedikit bicaranya Allah, sedikit-sedikit bicaranya Rasulullah.

Cara makan dan cara tidurnya pun berbeda, katanya itulah cara tidur nabi saw. Rupanya, pengalaman itikaf dan belajar di masjid betul-betul berkesan baginya.

Ada semangat baru. Namun beliau juga jadi lebih banyak merenung. Dia selalu teringat-ingat dengan kalimat yang dibicarakan amir jamaah.

"Obat tidak dapat menyembuhkan,... yang menyembuhkan adalah Allah...
Obat bisa menyembuhkan berhajat kepada Allah,... karena sunnatullah. Sedang Allah menyembuhkan, tidak berhajat melalui obat...... Allah bisa menyembuhkan dengan obat atau bahkan tanpa obat... Yang menyembuhkan bukanlah obat, yang menyembuhkan adalah Allah"

Dia-pun merenung, bukan hanya obat, bahkan dokter pun tidak punya upaya untuk memberi kesembuhan. Yang memberi kesembuhan adalah Allah.

Sejak itu sebelum memeriksa pasiennya, beliau selalu bertanya.

"Bapak sebelum kesini sudah ijin dulu kepada Allah?" atau "sudah berdoa meminta kesembuhan kepada Allah?" atau "sudah lapor dulu kepada Allah?".

Jika dijawab belum (....kebanyakan memang belum...), beliau meminta pasien tersebut mengambil air wudhu, dan sholat 2 rakat di tempat yang telah disediakan.

Jika memberikan obat, beliau pun berpesan dengan kalimat yang sama..... obat tidak bisa menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah. Namun berobat adalah sunnah dari Rasulullah saw dan sebagai ikhtiar dan sunnatullah, agar Allah mau menyembuhkan....

Ajaib,.... banyak pasien yang sembuh...!

Jika diperiksa dengan ilmu medis, peluang sehatnya hampir tidak ada, ketika diberikan terapi "Yakin" yang diberikan beliau, menjadi sehat.

Pernah ada pasien yang mengeluh sakit, beliau minta agar org tsb untuk sholat 2 rakaat (minta ampun dan minta kesembuhan kpd Allah), ketika selesai sholat pasien tersebut langsung merasa sehat dan tidak jadi berobat. (Allahu-Akbar)

Rudi, Asistennya bertanya, kenapa dia langsung sembuh?...
dr. Agus katakan, bisa jadi sumber sakitnya ada di hati, hati yang gersang karena jauh dari Allah. Efek lain adalah pasiennya pulang dalam keadaan senang dan gembira. Karena tidak hanya fisiknya yang diobati, Namun batinnya pun terobati. Hati yang sehat, membuat fisik yang kuat. Dan sebaik-baik obat hati adalah Dzikr, Quran, Wudhu, Sholat, Doa dan tawakal pd Allah.

Pernah ada pasien yang jantungnya bermasalah dan harus di operasi.

Selain Yakin, beliau juga mengajarkan terapi cara hidup Rasulullah. Pasien tersebut diminta mengamalkan satu sunnah saja, yaitu sunnah tidur.

Sebelum tidur berwudhu, kalo bisa sholat 2 rakaat, berdoa, berdzkir, menutup aurat, posisi kanan adalah kiblat, dan tubuh miring ke kanan.

Seminggu kemudian, pasien tersebut diperiksa. Alhamdulillah, tidak perlu dilakukan operasi. Allah telah memberi kesembuhan atasnya.

Ada juga pasien yang ginjalnya bermasalah. Beliau minta agar pasien tersebut amalkan sunnah makan dan sunnah di dalam wc. Makan dengan duduk sunnah sehingga posisi tubuh otomatis membagi perut menjadi 3 (udara, makanan, dan air). Kemudian buang air kecil dengan cara duduk sunnah, menguras habis2 kencing yang tersisa dengan berdehem 3 kali, mengurut, dan membasuhnya dengan bersih. seminggu kemudian, saat diperiksa ternyata Allah berikan kesembuhan kepada orang tersebut.

Rudi pernah sedikit protes. Sejak melibatkan Allah, pasiennya jadi jarang bolak-balik dan beresiko mengurangi pendapatan beliau.

Namun dr. Agus katakan bahwa rezeki adalah urusan Allah. Dan beliau jawab dengan kalimat yang sama dengan redaksi yang berbeda, bahwa "sakitnya pasien tidak dapat mendatangkan rezeki, yang memberi rezeki adalah Allah. Allah juga bisa mendatangkan rezeki tanpa melalui sakitnya pasien".

6 bulan berikutnya seorang pasien yang pernah sembuh karena diminta sholat oleh beliau, datang ke klinik, mengucapkan terima kasih, dan berniat mengajak dokter yserta asistennya umroh bulan depan. dr.Agus kemudian memanggil rudi ke dalam ruangan. Sebenarnya beliau tahu bahwa rudi ingin sekali berangkat umroh. Namun kali ini beliau ingin bertanya langsung dengannya.

"Rudi, bapak ini mengajak kita untuk umroh bulan depan, kamu bersedia?".
Rudi tidak menjawab, namun matanya berbinar, air matanya tampak mau jatuh.

"Sebelum menjawab, saya ijin sholat dulu pak" ucapnya lirih. ia Sholat yang lama sekali, sepertinya ini sholat dia yang paling khusu'. pelan, terdengar dia terisak-isak dalam doanya...


- See more at: 
http://www.reportaseterkini.com/2015/10/kisah-seorang-dokter-obat-tidak-bisa.html#sthash.09QoBv5j.p9aNbFFK.dpuf

Friday, September 20, 2019

Tak ada yang Angkat Tangan

sumber gambar: pexels.com

TAK ADA YANG ANGKAT TANGAN!!!



By Ka Wawan Herman Husdiawan


Ini kisah nyata tentang anak anak TK (Taman Kanak Kanak) di Gaza, Palestina. Cerita ini dituturkan oleh Ka Bambang Bimo Suryono salah seorang pencerita muslim terbaik juga guru saya yang pernah ke jalur Gaza beberapa waktu lalu.

Begini kisahnya, suatu hari Ka Bimo mendatangi TK di jalur gaza untuk menyalurkan bantuan dari Indonesia. Sekolah yang didatangi bernama TK Annajmul Quran ( TK Bintang Quran). Sekolah ini terdiri dari 7 orang guru yang kesemuanya hafal Quran. Murid mereka berjumlah 163 orang anak yang merupakan anak yatim piatu korban perang.

Saat didatangi dan dibawakan bantuan tak satupun dari 163 anak korban perang yang menengadahkan tangan untuk meminta (mengemis), "Saya minta, saya minta roti!" Kalimat seperti ini sama sekali tidak ada. Mungkin tidak ada kamus meminta bagi anak anak palestina. Padahal mereka sangat layak diberi, betul?

Lalu saat Ka Bimo hendak bercerita pada anak TK disana. Beliau mengawali dengan memberikan beberapa pertanyaan,

"Siapa diantara kalian yang ingin jadi dokter?" Tanya Ka Bimo

Ada tiga anak perempuan yang malu malu mengangkat tangan ingin jadi dokter.

"Siapa yang ingin jadi pemain sepak bola?" Tanya Ka Bimo lagi.

Riuuuuuh 6 - 7 anak anak laki laki ankgat tangan.

"Saya, saya, saya" Teriak mereka semangat.

Ketika ditanya keinginan menjadi penyanyi, juga jadi presiden tak satupun angkat tangan. Awalnya Ka Bimo sempat berprasangka buruk bahwa anak palestina sudah tidak berani bemimpi.

Lalu pertanyaan terakhir, ini paling menarik dan banyak hikmahnya untuk kita.

"Siapa yang ingin syahid fisabilillah?" Tanya Ka bimo dengan penuh semangat.

Mungkin anda mengira akan banyak anak anak TK yang rata rata sudah hafal Quran itu angkat tangan, betul?

Tapi nyatanya tidak ada satupun diantara mereka yang angkat tangan, tidak ada!

Anak anak soleh, dan soleha para penjaga Al Aqsa itu tidak sekedar angkat tangan tapi mereka semua kompak, tanpa aba aba, tanpa komando, mereka semua tanpa terkecuali spontan berdiri sambil kepalkan tangan dan berseru,

"Aku mau syahid, aku mau syahid, aku mau syahid 😭"

Jawaban itu diteriakkan lantang dengan penuh keyakinan,

"Aku mau syahid menyusul ayahku di syurga, aku mau syahid seperti pamanku, aku mau syahid seperti kakakku 😭"

Kata kata itu diteriakkan keras dan tanpa ragu dari lisan penghafal Quran yang masih alfa tanpa dosa. Seketika Ka Bimo mundur, tak tahan tangisan beliau pun pecah, dadanya guncang karena mendengar dan menyaksikan cita cita tertinggi mereka yaitu syahid fisabilillah. Bukankah ini impian tertinggi seorang mukmin? Dan itu diteriakkan oleh anak tak berdosa dengan mata merah menyala tanda keberanian yang luarbiasa.

Tidak selesai sampai disitu, Ka Bimo bertanya lagi,

"Siapa yang ingin syahid lebih dahulu?" Kali ini jawaban mereka lebih dahsyat lagi

"Saya saya saya!" Teriak mereka sambil kepalkan tangan bahkan anak anak yang tadinya hanya berdiri kini naik ke kursi agar lebih terlihat oleh penanya bahwa impian tertinggi mereka adalah syahid fisabilillah lebih awal. 😭

Siapa yang tidak merinding, berguncang dan menangis menyaksikan peristiwa yang mungkin tidak terjadi di tempat lain selain di bumi Allah Palestina.

Ayah bunda, bagaimana menurut anda kejadian ini?

Pertanyaannya kira kira bagaimana cara mereka dididik? Apa yang dilakukan orangtua mereka? Sehingga masih TK saja sudah sedemikian indah cita citanya. Mati syahid itu kalau benar niat dan caranya pasti garansi syurga,anak palestina paham ini. Sejatinya semua yang mengaku beriman pada Allah cita citanya adalah syahid fisabilillah.

Sekali lagi kira kira apa yang dilakukan orangtua palestina dalam mendidik anaknya?

Entahlah, satu hal yang saya tahu ini saya dengar dari seorang ayeikh asal palestina saat kunjungannya ke NTB. Beliau mengatakan ada dua ruh utama bagaimana anak Palestina dididik orangtuanya:

1. Al Quran

Sejak 0 tahun sudah didengarkan Al Quran, diajarkan Al Quran dan didik dengan Al Quran.

2. Kisah Kisah

Anak anak disana dikisahkan cerita dari Al Quran, dikisahkan cerita para nabi, sahabat dan orang orang soleh terdahulu. Ini sangat merasuk dijiwanya.

Ujar salah seorang syeikh palestina. Sudah kah kita sungguh sungguh melakukan dua hal diatas?

Ahhhh membayangkan semua anak anak Taman Kanak Kanak tanpa dikomandoi bercita cita mati syahid demi agamanya itu sungguh sangat istimewa.

Semoga buah hati kita kelak memiliki ruh Al Quran, dan menjadi pejuang Al Quran seperti anak anak palestina. Aamiin.

Thursday, September 5, 2019

[RENUNGAN] Dunia hanya Main-main dan Senda Gurau Belaka

Sumber gambar: wahdah

Minggu lalu saya kembali Jum’atan di Graha CIMB Niaga Jalan Sudirman setelah lama sekali nggak sholat Jum’at di situ… Sehabis meeting dengan salah satu calon investor di lantai 27, saya buru buru turun ke masjid karena takut terlambat..dan bener aja sampai di masjid adzan sudah berkumandang… 

Karena terlambat saya jadi tidak tau siapa nama Khotibnya saat itu.. sambil mendengarkan khotbah saya melihat Sang Khotib dari layar lebar yg di pasang di luar ruangan utama masjid.. Khotibnya masih muda, tampan, berjenggot namun penampilannya bersih..dari wajahnya saya melihat aura kecerdasan..tutur katanya lembut namun tegas…dari penampilannya yang menarik tersebut.. saya jadi penasaran..apa kira-kira isi khotbahnya…

Ternyata betul dugaan saya!!!…
isi ceramah dan cara menyampaikannya membuat jamaah larut dalam keharuan..banyak yg mengucurkan air mata (termasuk saya)... bahkan ada yg sampai tersedu sedan...
Weleh2..sampai segitunya ya..lalu apa sih isi ceramahnya..koq kayaknya amazing bingitzz…

Dengan gaya yg menarik Sang Khotib menceritakan “true story”..seorang anak berumur 10 th namanya Umar..dia anak pengusaha sukses yg kaya raya.. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta..tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal..tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah..wong uangnya berlimpah… Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang..agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya...

Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.. “Waduuuh saya sibuk ma..kamu aja deh yg datang..” begitu ucap si ayah kpd isterinya..bagi dia acara beginian sangat nggak penting..dibanding urusan bisnis besarnya.. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam..sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya..dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya..sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya… Nah karena diancam isterinya..akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah-ogahan..

Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah-ayahnya.. Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang..sementara para ayah yang lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yg akan tampil di panggung… Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2..ada yg menyanyi..menari..membaca puisi..pantomim..ada pula yg pamerkan lukisannya..dll.. Semua mendapat applause yang gegap gempita dari ayah2 mereka…tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya..

“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief..” tanya si Umar kpd gurunya..

pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu… 
”Oh boleh..” begitu jawab gurunya..dan pak Ariefpun dipanggil ke panggung… 

“Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya…
”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.. 
“Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yang salah..” lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan).. dengan lantunan irama yang persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram)…

Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yang mendayu-dayu…termasuk ayah si Umar yg duduk dibelakang…
”Stop..kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna.. sekarang coba kamu baca ayat 9..” 
begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar… lalu Umarpun membaca ayat 9…
”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” 

setelah usai Umar membacanya…lalu kata pak Arief:
“Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”..
si Umarpun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai”... 

“Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak…” 
begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya…
para hadirin yg muslimpun tak kuasa menahan airmatanya… 
Lalu pak Arief bertanya kepada Umar : ”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain..?” begitu tanya pak Arief penasaran…

Begini pak guru…waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak..
bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW : ”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim)…

“Pak guru..saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak..sebagai seorang anak yg berbakti kpd kedua orangnya..” Semua orang terkesiap dan tdk bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 th tsb… Ditengah suasana hening tsb..tiba2 terdengan teriakan “Allahu Akbar..!!” dari seseorang yg lari dari belakang menuju ke panggung…

Ternyata dia ayah si Umar..yg dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak..bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.. 
”Ampuun nak.. maafkan ayah yg selama ini tidak pernah memperhatikanmu..tdk pernah mendidikmu dengan ilmu agama... apalagi mengajarimu mengaji…” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya…” 
Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak…ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak…
ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2…subhanallah... 

Sampai disini, saya melihat di layar Sang Khotib mengusap air matanya yg mulai jatuh…
semua jama’ahpun terpana..
dan juga mulai meneteskan airmatanya..termasuk saya..diantara jama’ahpun bahkan ada yg tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya...luar biasa haru... 
Entah apa yg ada dibenak jama’ah yg menangis itu..
mungkin ada yg merasa berdosa karena menelantarkan anaknya..
mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kpd anaknya.. 
mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya mengaji..
atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya tergeletak di rak bukunya..
dan semua..dengan alasan sibuk urusan dunia…!!! 
Saya sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan akherat..
dan lebih sibuk dengan urusan dunia..
padahal saya tau kalau kehidupan akherat jauh lebih baik dan kekal dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh, sendau gurau dan sangat singkat ini..seperti firman Allah SWT dalam Q.S.  Al-An'Am ayat 32:”

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”... 
Astagfirullahal ghofururrohim..hamba mohon ampunan kepada Allah..Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang… 
Wallahu ‘alam bissawab.. Semoga bermanfaat..khususnya buat saya pribadi… Salam.........

Kiriman dari seorang sahabat Fanspage ini yang bernama @Selvie Lestasi

Friday, August 30, 2019

Skala Prioritas dalam Hidup


Bismilah


SKALA PRIORITAS dalam hidup
sumber gambar: pixabay.com




Seorang Guru Besar di depan audiensnya memulai materi kuliah dgn menaruh topless bening dan besar di atas meja.


Lalu sang guru mengisinya dengan bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya : "sudah penuh ?"


Audiens menjawab : "sudah penuh."


Lalu sang guru mengeluarkan gundu dari kotaknya & dimasukkan ke dalam topless tadi, gundu mengisi sela2 bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya : "sudah penuh?"


Audiens menjawab : "sudah penuh"


Lalu sang guru mengeluarkan pasir pantai & memasukkan ke dalam topless tadi. Pasir mengisi sela-sela bola & gundu hingga tidak bisa muat lagi. Semua sepakat topless sudah penuh & tidak ada yang bisa dimasukkan lagi.


Tapi terakhir sang guru menuangkan secangkir air kopi & masuk mengisi toples yang sudah penuh bola, gundu & pasir itu.


Sang Guru kemudian menjelaskan bahwa :
"Hidup kita kapasitasnya terbatas seperti topless. Tiap kita berbeda ukuran toplessnya;
  • Bola tenis adalah hal-hal besar dalam hidup kita, yakni tanggung jawab terhadap Tuhan, orang tua, istri, Suami, anak-anak serta makan, tempat tinggal dan kesehatan.
  • Gundu adalah hal-hal yg penting, seperti pekerjaan, kendaraan, sekolah anak, gelar sarjana, dll.
  • Pasir adalah yang lain dalam hidup kita, seperti olah raga, nyanyi, rekreasi, facebook, bbm, WA, nonton film, model baju, model kendaraan dll.
Jika kita isi hidup dgn mendahulukan pasir hingga penuh, maka gundu & kelereng tdk bisa masuk. Berarti hidup kita hanya berisi hal2 kecil. Hidup kita habis dgn rekreasi dan hobby, Tuhan & keluarga terabaikan.



Jika kita isi dengan mendahulukan bola tenis, lalu gundu dan sebagainya seperti tadi, maka hidup kita berisi lengkap, mulai dari hal-hal besar & penting hingga hal-hal yang menjadi pelengkap". Kita mesti mengelola hidup secara cerdas & bijak. Tahu menempatkan mana yang prioritas & mana yang menjadi pelengkap.

Jika tidak hidup bukan saja tdk lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali.



Lalu sang guru bertanya: "Adakah kalian yang mau bertanya?"
Semua audiens terdiam, karena sangat mengerti apa inti pesan dalam pelajaran tadi.



Namun, tiba-tiba seseorang nyeletuk bertanya: "Apa arti secangkir air kopi yg dituang tadi..?"


Sang guru besar menjawab sebagai penutup: "Sepenuh & sesibuk apa pun hidup kita, jangan lupa masih bisa disempurnakan dengan bertandang, bertegur sapa, ngobrol sambil "minum kopi", dengan tetangga, teman, sahabat yang hebat, Jangan lupa sahabat lama."


Have a nice day ...

Apa Gelar Akademik Ibumu....??

sumber gambar: pexels.com "IBUMU SARJANA APA? " Ibuku gelarnya adalah MSi : Master Segala ilmu. Tak terbayang bukan, menj...