Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Tuesday, December 8, 2020

Jangan kau bunuh singa di kalanganmu atau anjing lawan akan memakanmu

Photo by Iurii Ivashchenko from Pexels



 "Jangan kau bunuh singa di kalanganmu atau anjing lawan akan memakanmu".


GENGHIS KHAN, PELAJARAN UNTUK UMAT ISLAM.


Ketika umat Islam diserang tentara Tartar, hampir seluruh wilayah Islam berhasil dijajah. Di antara yang terawal adalah wilayah Khurasan yang bertetangga dengan Mongol.


Pada mulanya, di Khurasan, Tartar tidak berdaya menembus pertahanan umat Islam di kota Bukhara. Lalu pemimpinnya, Genghis Khan menulis surat kepada umat Islam :


"Barang siapa yang menyerahkan senjata dan berada di sisi tentara Tartar, akan selamat. Tapi barang siapa yang enggan, mereka akan kami buat menyesal."


Surat tersebut menyebabkan umat Islam yang sedang terancam itu terpecah menjadi dua kubu. 


Kubu pertama menolak keras tawaran Genghis Khan dan berkata :


"Seandainya mereka mampu memerangi kita, tidak mungkin mereka memberi penawaran seperti ini. Ini menandakan peluang kita cerah. Teruskan perjuangan, pasti kita akan beroleh salah satu di antara dua kebaikan : menang atau syahid penuh bahagia!"


Namun kubu kedua cenderung menerima tawaran tersebut. Mereka berkata :


"Menghadapi Tartar sama saja bunuh diri massal! Tidakkah kalian lihat jumlah mereka dan kelengkapan senjata mereka?"


Genghis Khan terus memantau dan mengambil peluang dari pertentangan di tubuh umat Islam. Dia mengirim surat berikutnya, khusus kepada kubu kedua yang  gamang dan kompromis. Dalam surat tersebut, Genghis Khan berjanji akan memberikan tampuk kekuasaan Bukhara kepada kubu kedua dengan syarat : mereka menumpas kubu pertama yg (dicapnya) ekstrim, radikal, dan fanatik.


Tawaran itu menyebabkan pihak kedua berbinar-binar. Mereka menyambutnya tanpa rasa bersalah sama sekali. Mereka bersedia memerangi saudara sendiri untuk Tartar!


Baku bunuh sesama muslim pun terjadi. Akhirnya, tumpaslah kubu yang teguh berjihad mempertahankan tanah air itu di tangan saudara2nya sendiri yang menjual Islam demi dunia.


Apa yang menyedihkan? Apa lacur? Pihak yang menerima tawaran Tartar itu tidak diberi hadiah yang dijanjikan. Bahkan, senjata mereka dirampas, mereka ditangkap dan disembelih tanpa sisa.


Genghis Khan memberi sambutan yang sangat masyhur menjelang penyembelihan terhadap umat Islam yg mengkhianati saudara2nya. 


"Mereka sanggup memerangi saudara2nya sendiri demi kita, padahal kita orang asing bagi mereka! Orang2 semacam ini mustahil kita beri kepercayaan!"

________


"Barang siapa tidak belajar dari sejarah, maka sejarah akan mengajarkannya kembali."

Tuesday, October 8, 2019

Belajar Kesederhanaan dari Rasul SAW

Sumber gambar: islami.co

BELAJAR KESEDERHANAAN DARI RASUL SAW

Tak perlu malu kerana miskin, rumah manusia paling mulia pun seperti ini.

Perabot Rumah dan Kesederhanaan Rasulullah

Di sebelah timur masjid Nabawi Madinah, tampak sebuah bangunan yang akan membuat kita takjub, terpesona kerana kesederhanaannya. Itulah tempat tinggal Rasul Agung Muhammad SAW. Rumah itu sangat kecil dengan hamparan tikar usang dan hampir tanpa perabot.

Zaid bin Tsabit bertutur, “Anas bin Malik pelayan Rasulullah pernah memperlihatkan kepadaku tempat minum Rasulullah yang terbuat dari kayu yang keras dan di patri dengan besi. Kemudian Anas berkata kepadaku, ‘Wahai Tsabit, inilah tempat minum Rasulullah. Dengan gelas kayu inilah Rasulullah minum air, perasan kurma, madu dan susu.” (HR Tirmidzi).

Benda lain yang dimiliki Rasulullah adalah baju besi yang biasa dipakai saat berperang. Tetapi tak lama setelah baginda wafat baju besi itu digadaikan kepada seorang Yahudi dengan beberapa karung gandum, seperti yang pernah diriwayatkan Saidatina Aisyah RA.

Soal tempat tidur Rasulullah SAW, Ummul Mu’minin, Aisyah RA menggambarkan bahawa suaminya itu tidak tidur di tempat yang mewah. “Sesungguhnya hamparan tempat tidur Rasulullah SAW terdiri atas kulit binatang, sedang isinya adalah sabut kurma.”
(HR At-Tirmidzi)

Hafshah saat ditanya, “Apa yang menjadi tempat tidur Rasulullah SAW?” Ia menjawab, “Kain dari bulu yang kami lipat dua. Di atas itulah  Rasulullah SAW tidur. Pernah suatu malam aku berkata (dalam hati): sekiranya kain itu aku lipat menjadi empat lapis, tentu akan lebih empuk baginya. Maka kain itu kulipat empat lapis.”

Manakala waktu subuh, cerita Hafsah, Rasulullah SAW mengatakan, “Apa yang engkau hamparkan sebagai tempat tidurku semalam?” Aku menjawab, itu adalah alas tidur yang biasanya Nabi pakai, hanya saja aku lipat empat. Aku kira akan lebih empuk.” Rasulullah SAW membalas, “Kembalikan kepada asalnya! Sungguh, disebabkan empuknya, aku terhalang dari shalat di malam hari.” (HR At-Tirmidzi).

Cerita tentang tempat tidur Rasulullah SAW juga pernah menyembabkan Umar bin Khatab menangis. Padahal, Umar bin Khatab terkenal sebagai pemuda yang gagah perkasa sehingga disegani banyak orang baik dari kalangan lawan mahupun kawan.

Bahkan konon, dalam satu riwayat, Nabi menyebutkan kalau setan pun segan dan takut dengan Umar. Kalau Umar sedang lewat di suatu jalan, syaitan pun menghindar dari jalan yang dilaluinya dan memilih lewat jalan yang lain.

Terlepas dari kebenaran riwayat terakhir ini, yang jelas keperkasaan Umar sudah menjadi buah bibir di kalangan umat Islam. Kerana itu, fenomena Umar menangis menjadi peristiwa yang sangat menghairankan.

Mengapa "Singa Padang Pasir" ini sampai menangis? Umar pernah meminta izin menemui Rasulullah SAW. Umar mendapati Rasulullah sedang berbaring di atas tikar yang sangat kasar. Sebagian tubuh beliau berada di atas tanah. Baginda hanya berbantalkan pelepah kurma yang keras.
“Aku ucapkan salam kepadanya dan duduk di dekatnya. Aku tidak sanggup menahan tangisku,” ujar Umar bin Khattab

Rasulullah yang mulia pun sampai bertanya kepada Umar, "Mengapa Engkau menangis, wahai Umar?"

“Bagaimana aku tidak menangis, wahai Rasulullah. Tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuh engkau, padahal Engkau ini Nabi Allah dan kekasih-Nya. Kekayaanmu hanya yang aku lihat sekarang ini. Sedangkan Kisra dan Kaisar duduk di singgasana emas dan berbantalkan sutera".

Lalu Nabi SAW berkata, "Mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang juga; sebuah kesenangan yang akan cepat berakhir. Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang yang pergi pada musim panas. Ia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian berangkat dan meninggalkannya," ujar Rasul SAW

Baginda Nabi Muhammad SAW. hidup dengan sangat zuhud. Seperti dituturkan oleh Aisyah, betapa Rasulullah hanya mempunyai dua baju, tidur di atas daun pelepah kurma, perutnya selalu lapar, bahkan pernah diganjal dengan batu, dan sangat sedikit tidur.

Rasulullah juga mengerjakan sendiri pekerjaan rumahnya, menambal baju sendiri, dan memerah kambingnya sendiri. Seperti itulah pekerjaan keseharian Rasulullah, selalu memenuhi kebutuhan pribadinya secara mandiri, tanpa membebani keluarga atau orang lain. Jika baginda mahu tentulah sangat mudah menggantikan pekerjaan itu kepada orang lain, kerana baginda adalah kepala rumah tangga sekaligus kepala negeri Arab pada saat itu.

Hanya sesibuk apapun baginda ketika Bilal sudah mengumandangkan adzan, baginda bergegas ke masjid dan menjadi imam. Selama hidupnya belum pernah baginda meninggalkan jamaah di masjid kecuali hari dimana baginda dipanggil menghadap Allah SWT kerana sakit.

Bandingkan dengan umat sekarang. Bajunya paling sedikit dua almari. Dengan berbagai model. Jasnya bertumpuk-tumpuk. Sepatunya berderet-deret semuanya branded. Tidurnya diatas katil yang import harganya puluhan ribu. Bagaimana hendak melaksanakan solat malam?

Umat sekarang jauh dibandingkan dengan Nabi Muhammad SAW. Perutnya buncit-buncit. segala jenis makanan dimasukkan ke dalam perutnya. Halal dan haram menjadi satu.

Rumah Rasulullah tampak begitu sederhana, tetapi mengapa kita malah ingin memiliki rumah mewah dan harta yang berlimpah ruah untuk berfoya foya?

Sungguh  indah nian perumpamaan Nabi SAW akan hubungan beliau dengan dunia ini. Dunia ini hanyalah tempat pemberhentian sementara, hanyalah tempat berteduh sejenak, untuk kemudian kita meneruskan perjalanan yang sesungguhnya. Semoga ini boleh membantu cerminan buat kita semua.

Allahumma sholli 'ala Muhammad wa'ala alihi wasohbihi wasallim.

Monday, September 30, 2019

Marbot Masjid Atta'awun Puncak Bogor

Sumber gambar: liputan6

Subhanallah......

MERINDING!!! KISAH NYATA : 
MARBOT MASJID ATTA'AWUN CISARUA PUNCAK BOGOR

Cerita ini nyata yang mengisahkan dua sahabat yang terpisah cukup lama; Ahmad dan Zaenal. Ahmad ini pintar sekali. Cerdas. Tapi dikisahkan kurang beruntung secara ekonomi. Sedangkan Zaenal adalah sahabat yang biasa-biasa saja. Namun keadaan orang tuanya mendukung karir dan masa depan Zaenal.

Setelah terpisah cukup lama, keduanya bertemu. Bertemu di tempat yang istimewa; di koridor wudhu, koridor toilet sebuah masjid megah dengan arsitektur yang cantik, yang memiliki view pegunungan dengan kebun teh yang terhampar hijau di bawahnya. Mesjid tersebut adalah mesjid At-Ta’awun yang berada di puncak Bogor.
Adalah Zaenal, sudah menjelma menjadi seorang manager kelas menengah. Necis. Parlente. Tapi tetap menjaga kesalehannya.

Ia punya kebiasaan. Setiap keluar kota, ia sempatkan singgah di masjid di kota yang ia singgahi. Untuk memperbaharui wudhu, dan sujud syukur. Syukur-syukur masih dapat waktu yang diperbolehkan shalat sunnah, maka ia shalat sunnah juga sebagai tambahan.
Seperti biasa, ia tiba di Puncak Pas, Bogor. Ia mencari masjid. Ia pinggirkan mobilnya, dan bergegas masuk ke masjid yang ia temukan.

Di sanalah ia menemukan Ahmad. Cukup terperangah Zaenal ini. Ia tahu sahabatnya ini meski berasal dari keluarga tak punya, tapi pintarnya minta ampun.

Zaenal tidak menyangka bila berpuluh tahun kemudian ia menemukan Ahmad sebagai merbot masjid..!
“Maaf,” katanya menegor sang merbot. “Kamu Ahmad kan? Ahmad kawan SMP saya dulu?”.

Yang ditegor tidak kalah mengenali. Lalu keduanya berpelukan, Ahmad berucap
“Keren sekali Kamu ya Mas… Manteb…”. Zaenal terlihat masih dlm keadaan memakai dasi. Lengan yang digulungnya untuk persiapan wudhu, menyebabkan jam bermerknya terlihat oleh Ahmad. “Ah, biasa saja…”.

Zaenal menaruh iba. Ahmad dilihatnya sedang memegang kain pel. Khas merbot sekali. Celana digulung, dan peci didongakkan sehingga jidatnya yang lebar terlihat jelas.

“Mad… Ini kartu nama saya…”.
Ahmad melihat. “Manager Area…”. Wuah, bener-bener keren.”

“Mad, nanti habis saya shalat, kita ngobrol ya. Maaf, kalau kamu berminat, di kantor saya ada pekerjaan yang lebih baik dari sekedar merbot di masjid ini. Maaf…"

Ahmad tersenyum. Ia mengangguk. “Terima kasih ya… Nanti kita ngobrol. Selesaikan saja dulu shalatnya. Saya pun menyelesaikan pekerjaan bersih2 dulu… Silahkan ya. Yang nyaman”.

Sambil wudhu, Zaenal tidak habis pikir. Mengapa Ahmad yg pintar, kemudian harus terlempar darik kehidupan normal. Ya, meskipun tidak ada yang salah dengan pekerjaan sebagai merbot, tapi merbot… ah, pikirannya tidak mampu membenarkan.

Zaenal menyesalkan kondisi negerinya ini yg tidak berpihak kepada orang-orang yang sebenarnya memiliki talenta dan kecerdasan, namun miskin.

Air wudhu membasahi wajahnya…
Sekali lagi Zaenal melewati Ahmad yang sedang bersih-bersih. Andai saja Ahmad mengerjakan pekerjaannya ini di perkantoran, maka sebutannya bukan merbot. Melainkan “office boy”.
Tanpa sadar, ada yang shalat di belakang Zaenal. Sama-sama shalat sunnah sepertinya.

Setelah menyelesaikan shalatnya Zaenal sempat melirik. “Barangkali ini kawannya Ahmad…”, gumamnya.
Zaenal menyelesaikan doanya secara singkat. Ia ingin segera bicara dengan Ahmad.

“Pak,” tiba2 anak muda yg shalat di belakangnya menegur.
“Iya Mas..?”
“Pak, Bapak kenal emangnya sama bapak Insinyur Haji Ahmad…?”
“Insinyur Haji Ahmad…?”
“Ya, insinyur Haji Ahmad…”
“Insinyur Haji Ahmad yang mana…?”
“Itu, yang barusan ngobrol sama Bapak…”
“Oh… Ahmad… Iya. Kenal. Kawan saya dulu di SMP. Emangnya udah haji dia?”
“Dari dulu udah haji Pak. Dari sebelum beliau bangun ini masjid…”.

Kalimat itu begitu datar. Tapi cukup menampar hatinya Zaenal… Dari dulu sudah haji… Dari sebelum beliau bangun masjid ini…

Anak muda ini kemudian menambahkan, “Beliau orang hebat Pak. Tawadhu’. Saya lah yg merbot asli masjid ini. Saya karyawannya beliau. Beliau yang bangun masjid ini Pak. Di atas tanah wakafnya sendiri. Beliau biayai sendiri pembangunan masjid indah ini, sebagai masjid transit mereka yg mau shalat. Bapak lihat hotel indah di sebelah sana? … Itu semua milik beliau…

Tapi beliau lebih suka menghabiskan waktunya di sini. Bahkan salah satu kesukaannya, aneh. Yaitu senangnya menggantikan posisi saya. Karena suara saya bagus, kadang saya disuruh mengaji saja dan azan…”.
Zaenal tertegun, entah apa yang ada di hati dan di pikiran Zaenal saat itu

*****
Ada pelajaran dari kisah pertemuan Zaenal dan Ahmad. Jika Ahmad itu adalah kita, mungkin begitu bertemu kawan lama yang sedang melihat kita membersihkan toilet, segera kita beritahu posisi kita yang sebenarnya.

Dan jika kemudian kawan lama kita ini menyangka kita merbot masjid, maka kita akan menyangkal dan kemudian menjelaskan secara detail begini dan begitu. Sehingga tahulah kawan kita bahwa kita inilah pewakaf dan yang membangun masjid ini.

Tapi kita bukan Haji Ahmad. Dan Haji Ahmad bukannya kita. Semoga ia selamat dari rusaknya nilai amal, sebab ia tetap tenang dan tidak risih dengan penilaian manusia. Haji Ahmad merasa tidak perlu menjelaskan apa-apa. Dan kemudian Allah yang memberitahu siapa dia sebenarnya…

“Al mukhlishu, man yaktumu hasanaatihi kamaa yaktumu sayyi-aatihi” Orang yang ikhlas itu adalah orang yang menyembunyikan kebaikan-kebaikannya, seperti ia menyembunyikan keburukan-keburukan dirinya. [Ya’qub YahimaHullah, dalam kitab Tazkiyatun Nafs].

Bila dirasa bermanfaat silahkan SHARE Bagikan ke teman-teman agar jadi renungan inspiratif buat sahabat.

Wednesday, September 25, 2019

Tak ada yang lebih kuat dari hubungan darah

sumber gambar: pexels

Tak ada yang lebih kuat dari hubungan darah

Di suatu desa ada sebuah sumur yang dianggap angker ... hal ini dikarenakan setiap kali penduduk desa ingin mengambil air... tali dan ember yang diulurkan kedalam sumur selalu ditarik ... beberapa ember bahkan terlepas dari talinya ... ada yang membuka simpul tali itu di dalam sumur sana ... sekian lama tidak diketahui penyebab kejadian aneh ini ...

Akhirnya penduduk desa menyimpulkan bahwa sumur itu dihuni oleh sesosok jin jahat yang suka mengganggu. Karena air merupakan kebutuhan vital penduduk .. tetua desa pun berkumpul ... melalui musyawarah diputuskan untuk menjawab teka teki sumur angker seseorang harus masuk kedalamnya ... tidak ada seorangpun penduduk desa yang berani untuk masuk kedalam sumur karena takut ..

Ada seorang pemuda ... ia bersedia dengan satu syarat ... saudara kandungnya harus ikut memegang tali ketika ia masuk kedalam. Orang2 bertanya " kenapa harus saudaramu ... disini juga banyak pemuda2 yang tegap lagi kuat ... saudaramu itu tinggal nya jauh dari desa kita ini ?" pemuda itu tak bergeming ... karena tidak ada orang lain yang berani masuk ke dalam sumur , merekapun lalu menjemput saudara kandung pemuda itu ...

Pagi itu ... setelah mengikat tubuhnya dengan tali si pemuda pun turun ke dalam sumur ... orang2 beramai2 memegang tali ... termasuk disana saudara kandungnya.

Perlahan mereka menurunkan tubuh pemuda itu sehingga masuk ke dasar sumur .. semua menanti dengan hati berdebar. Di atas batu di dasar sumur ... si pemuda menemukan seekor monyet ... inilah sumber masalah nya selama ini ... ia lalu membawa monyet itu bersamanya dan berkata : " tarik talinya !" ... Dengan segera penduduk desa menarik tali pengikat tubuh si pemuda ... menjelang sampai ke permukaan sumur .. si monyet yang begitu senang melihat cahaya matahari terlepas dari pegangan pemuda ... memanjat sisa tali dan melompat keluar sumur .. dan .. karena kaget dengan sosok hewan ini .. dan rasa takut yang telah mencengkram hati ... penduduk desa berhamburan berlari melepas tali .. mereka mengira jin sudah merubah pemuda malang itu menjadi sesosok monyet ... semua lari kecuali saudara kandung pemuda itu ... ia tetap bertahan memegang tali dan dengan susah payah menarik tali menyelamatkan adiknya seorang diri ....

Fahamlah penduduk desa .. mengapa si pemuda begitu menginginkan kehadiran saudaranya . Tanpanya ... ia pasti sudah mati terhempas sebab mereka semua berlepas diri meninggalkannya ....

Firman ALLAH : سنشد عضدك بأخيك " kami akan menguatkanmu dengan saudaramu " .. ALLAH memilihkan saudaranya untuk menguatkan dakwam Musa as .. bukan yang lain ... di ayat lain firman-NYA : وقالت لأخته قصيه " dan ibu Musa berkata kepada saudarinya : " ikutilah ia " ... saudari adalah pelindung dan pembela sejati ... tanpa pamrih ...

Jangan terpedaya dengan banyaknya orang2 diselilingmu ... setelah orang tua ... orang yang paling dekat dan terpercaya adalah saudara2 mu ... shabah khaiir ...

Semoga kita Saudara kandung tetap Saling sayang hingga Ahir hayat kita seperti ibu & ayah yg menyayangi kita sjak kt dilahirkan hingga mereka tiada..Amin yra

Maka jangan pernah putus hubungan darah saudaramu apapun permasalahannya, karena tak ada yang lebih erat dibanding hubungan darah..

Rawat kehangatan hubungan psikologi dgn saudara kandung kita sendiri. Sebaik apapun teman sejawat kita, handaitolan kita, kerabat kita, atasan kita, bawahan kita tp mereka hanya sedih hanya utk sementara waktu ketika kita berduka. Hanya saudara kandung kita yg sedih, menangis dan merawat kita saat kita berkesusahan atau bahkan mengurus pusara kita suatu waktu

Semoga bermanfaat
Sumber: Islamipos.com

Friday, August 30, 2019

Skala Prioritas dalam Hidup


Bismilah


SKALA PRIORITAS dalam hidup
sumber gambar: pixabay.com




Seorang Guru Besar di depan audiensnya memulai materi kuliah dgn menaruh topless bening dan besar di atas meja.


Lalu sang guru mengisinya dengan bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya : "sudah penuh ?"


Audiens menjawab : "sudah penuh."


Lalu sang guru mengeluarkan gundu dari kotaknya & dimasukkan ke dalam topless tadi, gundu mengisi sela2 bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya : "sudah penuh?"


Audiens menjawab : "sudah penuh"


Lalu sang guru mengeluarkan pasir pantai & memasukkan ke dalam topless tadi. Pasir mengisi sela-sela bola & gundu hingga tidak bisa muat lagi. Semua sepakat topless sudah penuh & tidak ada yang bisa dimasukkan lagi.


Tapi terakhir sang guru menuangkan secangkir air kopi & masuk mengisi toples yang sudah penuh bola, gundu & pasir itu.


Sang Guru kemudian menjelaskan bahwa :
"Hidup kita kapasitasnya terbatas seperti topless. Tiap kita berbeda ukuran toplessnya;
  • Bola tenis adalah hal-hal besar dalam hidup kita, yakni tanggung jawab terhadap Tuhan, orang tua, istri, Suami, anak-anak serta makan, tempat tinggal dan kesehatan.
  • Gundu adalah hal-hal yg penting, seperti pekerjaan, kendaraan, sekolah anak, gelar sarjana, dll.
  • Pasir adalah yang lain dalam hidup kita, seperti olah raga, nyanyi, rekreasi, facebook, bbm, WA, nonton film, model baju, model kendaraan dll.
Jika kita isi hidup dgn mendahulukan pasir hingga penuh, maka gundu & kelereng tdk bisa masuk. Berarti hidup kita hanya berisi hal2 kecil. Hidup kita habis dgn rekreasi dan hobby, Tuhan & keluarga terabaikan.



Jika kita isi dengan mendahulukan bola tenis, lalu gundu dan sebagainya seperti tadi, maka hidup kita berisi lengkap, mulai dari hal-hal besar & penting hingga hal-hal yang menjadi pelengkap". Kita mesti mengelola hidup secara cerdas & bijak. Tahu menempatkan mana yang prioritas & mana yang menjadi pelengkap.

Jika tidak hidup bukan saja tdk lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali.



Lalu sang guru bertanya: "Adakah kalian yang mau bertanya?"
Semua audiens terdiam, karena sangat mengerti apa inti pesan dalam pelajaran tadi.



Namun, tiba-tiba seseorang nyeletuk bertanya: "Apa arti secangkir air kopi yg dituang tadi..?"


Sang guru besar menjawab sebagai penutup: "Sepenuh & sesibuk apa pun hidup kita, jangan lupa masih bisa disempurnakan dengan bertandang, bertegur sapa, ngobrol sambil "minum kopi", dengan tetangga, teman, sahabat yang hebat, Jangan lupa sahabat lama."


Have a nice day ...

Tuesday, July 9, 2019

Belajar dari Semut



ASSALAMU'ALAIKUM...SEMANGAT PAGI KAWAN..🙏

Belajar dari SEMUT Yuk..

1. Semut TAK PERNAH PUTUS ASA
Coba bentangkan tangan untuk menutup jalan yg di lalui semut.
Semut tak akan putus asa, apalagi berhenti,
t a p i terus mencari jalan lain.

2. Semut itu RAJIN LUAR BIASA

Pernahkah melihat semut tiduran atau santai- santai ?
Semut selalu aktif bekerja mengangkut makanan.
Bekerja merupakan bagian penting dari hidup semut.
Semut tidak pernah merasa bosan dgn apa yg dia lakukan setiap hari, s e b a b semut Mempunyai TUJUAN & ARAH HIDUP.

3. Semut itu KUAT

Semut sanggup mengangkat beban yg jauh lebih besar dari tubuhnya.
Semut Tak Pernah Mengeluh, apalagi menyerah.

4. Semut BERJIWA SOSIAL

Apa yg di lakukan semut ketika makanan yg hendak di angkut terlalu berat ?
Semut tidak mempunyai sifat egois, mereka akan tolong menolong & mengangkatnya ber-sama².

5. Semut CEPAT MELIHAT PELUANG

Semut cepat hadir ketika dia mengetahui ada peluang untuk mendapatkan makanan.
Semut tak akan menyiakannya, s e b a b semut tau peluang hanya datang sekali saja.

6. Semut RENDAH HATI,

Semut selalu menyalami semut lain saat berpapasan...

SUBHANALLAH...

SEMOGA KITA SEMUA TDK KALAH DENGAN SEMUT YA....
MARI BELAJAR DARI MAKHLUK YG LAIN  UTK PERBAIKAN KUALITAS DIRI...!!!

Salam Sinergy?
Go Berkah
No Riba

Tuesday, January 1, 2019

Cara Menguasai Jurus Legendaris




Pada zaman dahulu, tersebutlah seorang Master yang menguasai jurus silat legendaris yang hampir punah. Ia hidup pada gubuk kecil di tengah hutan.

Sang Master sudah menuliskan semua jurusnya dalam sebuah kitab silat, dan ia berjanji akan mewariskan kitab itu pada siapa saja yang berhasil mengalahkannya.

Tentu saja para pendekar berbondong-bondong datang ke tengah hutan untuk menantangnya duel. Namun tak ada seorang pun yang bisa merobohkan Master. Meski mereka sangat ingin mendapatkan kitab tersebut, apa daya mereka semua harus pulang satu demi satu.

Terkecuali seorang pendekar muda, ia memutuskan menginap di hutan dan akan melawan lagi Master silat itu keesokan harinya. Ketika esok tiba, duel pun berlangsung dan pemuda itu kalah lagi.

Ia tak patah asa, diputuskannya untuk membangun tenda di hutan agar ia bisa terus mencoba melawan Master setiap hari. Tentu saja tantangan duelnya diladeni pula oleh Master.

Tak terasa satu tahun berlalu, sang pemuda masih saja kalah setiap hari dalam bertarung, tetapi ia semakin cakap. Hari demi hari ia mulai mengikuti gerakan Master, dan mempelajari kelemahan guru silat tersebut.

Hingga pada suatu waktu, ia berhasil melumpuhkan sang Master dalam duel yang sangat sengit. Atas prestasi ini, maka secara resmi kitab jurus legendaris diberikan kepadanya.

Sang pemuda tak sabar segera membuka kitab tersebut, ternyata isinya hanya halaman kosong! Seperti film Kungfu Panda saja!


Sang Master dengan bijaksana menjelaskan,

"Jurus legenda memang bukan tersimpan pada kitab, tetapi pada usahamu berlatih setiap hari melawanku. Sadarkah engkau, gerakanmu kini sudah mewarisi semua jurus-jurusku?"


Dongeng ini mengandung nilai luhur tentang mengulang-ulang suatu kebiasaan. Semakin dilatih, maka kita akan semakin mahir.

Sebagai muslim tentu sudah akrab dengan hadist riwayat Muslim berikut,

"Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang sering diulang walaupun itu sedikit.”

Senada dengan hadist tersebut, seorang sastrawan juga berpesan kepada calon-calon penulis,

"Jika Anda ingin menghasilkan tulisan yang bagus, berlatihlah setiap hari selama satu bulan. Saya jamin dari 30 tulisan itu sekurangnya ada satu yang bagus!"


Kini giliran saudara, jurus legendaris apa yang ingin saudara kuasai? Ketahuilah bahwa jurus tersebut tak ada dalam kitab silat, melainkan ada dalam pengulangan dan kebiasaan.






Monday, December 31, 2018

Belajar dari Mbah Pon




Namanya Mbah Pon.
Penjual gudeg di pojokan pasar Beringharjo Jogja.

Mempunyai 5 anak.
Yang 2 kuliah di UGM, 2 lagi di ITB dan 1 di UI. Mereka sekolah sampai jenjang kuliah tanpa beasiswa.

Siang itu mbah Pon duduk di depan para peserta seminar yang antusias ingin belajar kesuksesan dari mbah Pon.

Banyak pertanyaan dilemparkan, tapi tidak ada jawaban dari mbah Pon yang bisa memuaskan peserta.
Misalkan, ketika ada pertanyaan, kiat mendidik anak, jawabannya hanya, "Nggih biasa mawon, yen nakal nggih dikandani (Ya biasa saja, kalo nakal ya dinasehati)."

Pertanyaan soal pembayaran kuliah anak-anaknya dijawab mbah Pon, "Pas kedah bayar sekolah nggih dibayar (Pas waktunya bayar sekolah, ya dibayar)."

Peserta seminar sudah tidak tahu lagi harus bertanya apa, karena tidak ada jawaban yang spesial dari mbah Pon.

Hingga seorang peserta bertanya, "Mbah Pon, napa njenengan mboten nate wonten masalah? (Mbah Pon, apa mbah tidak pernah punya masalah?)."

Dengan wajah bingung mbah Pon balik bertanya, "Masalah niku napa tho? Masalah niku sing kados pundi? (Masalah itu apa to? Masalah itu yang seperti apa?)"

Peserta itu mencontohkan "Niku lho mbah, misalke pas badhe mbayar sekolah pas mboten wonten arthone (Itu loh mbah, misalkan pas sudah waktunya bayar sekolah, nggak ada uangnya)."

Dengan tersenyum mbah Pon menjawab,

"Oh niku toh, nggih gampil mawon, dereng wonten arthone nggih kula nyuwun Gusti Allah, lha ndilalah mbenjang e gudeg e wonten ingkang sing mborong (Oh itu toh, ya gampang saja, kalo pas tidak ada uang, saya minta ke Gusti Allah, lha ternyata besoknya ada yang mau mborong gudeg saya)."

Jawaban mbah Pon menampar para peserta seminar yang notabene adalah orang-orang pintar terpelajar. Orang-orang yang paham tentang ilmu energi dan bagaimana hukum energi bekerja, Energi selalu menarik energi yang bersifat sama

Mbah Pon tidak tahu apa itu masalah, sehingga tidak pernah menganggap hidupnya ada masalah.

Bagaimana mungkin masalah datang dalam kehidupannya, bila hanya Allah yang hanya dijadikan sandaran??





Wednesday, May 16, 2018

Pilih BH ukuran 36B atau ISI-nya ukuran 36B


Sumber Gambar: freeimages.com

Pilih BH ukuran 36B
atau
ISI-nya ukuran 36B

oleh : Emha Ainun  Nadjib

Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia & menjemukan bila Anda hanya menguras pikiran utk mengurus "bungkus"-nya saja & mengabaikan "isi"-nya ...

Maka bedakan-lah apa itu "bungkus"-nya & apa itu "isi"-nya ...

"Rumah yang Indah" hanya bungkus-nya
"Keluarga Bahagia" itu isi-nya ...

"Pesta Pernikahan" hanya bungkus-nya
"Cinta Kasih, Pengertian & Tanggung Jawab" itu isi-nya ...

"Kekayaan" itu hanya bungkus-nya,
"Hati yang Gembira" itu isi-nya ...

"Makan Enak" hanya bungkus-nya,
"Gizi, Energi & Sehat" itu isi-nya ...

"Kecantikan & Ketampanan" hanya bungkus-nya,
"Kepribadian & Hati" itu isi-nya ...

"Bicara" itu hanya bungkus-nya,
"Kenyataan" itu isi-nya ...

"Buku" hanya bungkus-nya, "Pengetahuan" itu isi-nya ...

"Jabatan" hanya bungkus-nya,
"Pengabdian & Pelayanan" itu isi-nya ...

"Pergi ke tempat ibadah" itu bungkus-nya,
"Melakukan Ajaran Agama" itu isi-nya ...

"Kharisma" hanya bungkusnya,
"Karakter" itu isi-nya ...

"Rezeki" itu hanya bungkus-nya,
"Berkah" itu isi-nya ...

Utamakan-lah Isi-nya, serta tetap-lah merawat Bungkus-nya dengan baik ...

"... Maaf kalau saudara2ku sejak tadi menunggu mana cerita isi-nya BH yang 'nggak muncul-muncul ..."

Maka-nya ... jangan melihat judul-nya ...  tetapi lihat-lah "isi"-nya

🙏🙏😄😄😄

Monday, March 19, 2018

Sebutir Permen

sumber foto: freeimages

Seorang lelaki tua terbaring lemah di rumah sakit "Harapan Kita."
Sementara seorang anak muda datang menengoknya setiap hari dan menghabiskan waktu berjam2 bersama lelaki tua itu.

Anak muda itu menyuapinya, membersihkan badannya, dan membimbingnya berjalan-jalan di taman, lalu membantunya kembali berbaring.
Anak muda itu baru pergi setelah merasa bila lelaki tua itu sudah bisa ditinggal.

Suatu ketika perawat yang datang memberi obat dan memeriksa kondisi orang tua itu berkata,
“Bapak punya anak yang berbakti. Setiap hari ia datang untuk mengurus Bapak.
Sungguh beruntung ya, Pak.”

Lelaki tua itu memandang perawat itu sejenak, lalu memejamkan kedua matanya.
Dengan nada sedih, lelaki tua itu berkata,
“Saya berangan-angan, seandainya ia adalah salah seorang anak saya.
Sebenarnya, Ia adalah anak yatim yang tinggal di lingkungan tempat tinggal kami.
Dulu sekali, saya melihatnya menangis setelah kematian ayahnya. Saya pun menghiburnya, dan membelikan PERMEN untuknya.
Setelah itu saya tidak pernah lagi berbincang dengannya.

Kemudian ketika ia tahu kalau saya dan istri hanya tinggal berdua saja, ia pun berkunjung setiap hari untuk memastikan kami baik-baik saja.

Ketika kondisi fisik saya mulai menurun, ia mengajak saya dan istri saya tinggal di rumahnya, lalu secara rutin membawa saya ke rumah sakit untuk mengecek kondisi kesehatan."

"Saya pun pernah bertanya padanya, ‘Nak, mengapa engkau menyusahkan diri untuk mengurus kami?’ 

Sambil tersenyum anak itu menjawab,
‘Manisnya permen dari bapak masih terasa di mulut saya, Pak...’

*******

Saudaraku...

Orang yang baik hatinya pasti akan mendapatkan imbalan yang baik pula dari Allah Sang Maha Baik
Maka, jangan memikirkan untung/rugi ketika mempunyai kesempatan untuk membantu orang yang perlu bantuan.
Lakukan saja perbuatan baik secara spontan, dengan hati yang tulus dan ikhlas.
Hukum Allah tidak pernah salah.
Apa yang kita tanam pasti akan kembali kepada kita pula, bahkan berkelimpahan...

Selamat berbuat kebaikan, saudara-riku tercinta ❤❤❤

Friday, March 16, 2018

Salah Satu Sudut Surga




SALAH SATU SUDUT SURGA

oleh : Irene Radjiman

Dipanggilnya umi Fatma. Isteri dari seorang buruh bangunan. Tinggal dirumah kontrakan yang ia sewa 500.000/bulan. Dibelakang rumah kontrakannya ada tanah ukuran 4m2 = 2m×2m yang ia tanami cabai, dan beberapa sayuran.

Tidak banyak yg tahu kalo umi Fatma seorang hafidzah. Ia memiliki 5 orang anak dan sekarang sedang mengandung anak yang ke-6. Sudah banyak bidan yang menyuruhnya STOP hamil, gunakan kontrasepsi! Namun bagi umi Fatma anak adalah Rizki, dan rizki tidak boleh di stop. Adalah kebanggaan, Allah berkenan menganugerahi amanah anak-anak yang banyak.

Di rumahnya tidak ada tv, tidak ada kulkas dan tidak ada kipas angin. Saat saya mendatangi rumahnya, banyaaaakkk makanan yang ia suguhkan. Dari kue kering, bolu (kue basah), sampai bakso ikan pun keluar.

Anak-anaknyapun sehat-sehat. Tidak ada tanda-tanda anak kurang gizi. Anak pertamanya berusia 16 tahun sudah hafidz, Anak ke-2 usia 13 tahun hafal 15 juz, sedang dibimbing oleh kakaknya, anak ke-3 usia 9 tahun hafal 5 juz, anak ke -4 & ke-5 kembar usia 7tahun sudah qatam Al-Quran.

WOW !!! Saya terperangah mendengar ceritanya. Tidak ada suara tv dari rumah itu. Setiap hari sambil menunggu adzan terdengar lantunan ayat-ayat suci Al-Quran bersahut-sahutan.

"Alhamdulillah, Allah sangat sayang pada kami mba Iren. Abinya pulang kerja 1 minggu sekali, bawa uang banyak 500.000,-. Kami tiap hari bisa makan seperti ini" Ujarnya sambil tangannya menunjuk ke arah hidangan yang ia hidangkan untukku.

Lagi-lagi aku terperangah ! 500.000 ?! 1 minggu sekali ?! Artinya dalam 1 bulan kurang lebih penghasilannya 2juta. Itupun masih dikurangi bayar kontrakan perbulan. Dan ia bilang banyak ? Subhanallah....!!! Serasa ditampar wajahku.... maluuuu rasanya.

Aku tersenyum kecut, tenggorakanku tercekat. Silahkan berhitung dengan logikanya Robert. T. Kiyosaki yang katanya pakar bisnis. Bisakah ia menjelaskan ini semua dengan logikanya ?  Sementara banyak diantara kita yang sering melontarkan kata-kata :

"500.000 mah sekarang dapet apaan ?!!!"

Allahu akbar....!!! Bagaimana dengan 2juta/bulan mereka hidup berkecukupan ?

"Abinya selalu puasa sunah."
"Apa kuat umi ? Kerjaan abi kan berat ?"
"Pekerjaan itu sudah abi lakoni sejak kelas 4 SD. Puasa sunah pun sudah dilakoni sejak abi mulai sekolah. Jadi udah biasa dan ga berat lagi mba Iren. Kami teman mengaji dari kecil. Kami berdua lulusan SMP. Alhamdulillah lulus SD abi sudah hafidz. Saya malah telat, lulus SMP baru hafidzah."

"Umi, mohon maaf. Setiap hari kalo umi belanja rata-rata habis berapa ?" Karena penasaran, akhirnya kepoku keluar juga.

Umi Fatma tersenyum. Sebelum akhirnya menjawab:

"Kalo dapat pertanyaan ini saya bingung jawabnya mbak. Saya jarang belanja. Bahkan pernah 1 bulan penuh saya ga belanja. Karena tiap hari adaaa aja yang nganterin makanan, entah itu makanan mentah atau makanan mateng. Seperto baso ikan ini, kemarin ada yang ngasih ikan dan telur. Kebetulan masih ada tepung, akhirnya saya buat bolu dan baso. Masih bisa berbagi sama tetangga dan bisa untuk menjamu tamu. Saya mah, dikasih kesempatan bisa berbagi sama tetangga dan menjamu tamu tiap hari, udah bersyukur mbak."

Umi Fatma.... dirimu memang bukan manusia kebanyakan. Dirimu bukan orang rata-rata. Perhatikan tutur kata yang terucap dari bibirnya. Tidak ada 1pun pemberian Allah yang ia kecilkan.

Saat orang kebanyakan berkata : "Yah walaupun hanya buruh bangunan dan tiap minggu cuma bawa uang 500.000,-, saya sih udah bersyukur bisa makan tiap hari. Yang penting adaa aja buat jajan anak-anak."

Perhatikan kata-kata yang keluar dari wanita sholeha itu : "Suami saya buruh bangunan mbak. Alhamdulillah tiap minggu abinya pulang bawa uang banyak 500.000,-. Saya sih bersyukur banget mba kalo tiap hari dikasih kesempatan berbagi dengan tetangga dan menjamu tamu."

Terlihatkah bedanya ? Rata-rata orang bersyukur "just lips service" tapi umi Fatma bersyukur dengan kesungguhannya.

Salah satu keluarga sakinah, yang Allah perkenankan menempati salah satu sudut Surga didunia, yang tidak akan tampak oleh mata-mata nanar penghamba riba dan para pemburu harta dunia.

Thursday, March 8, 2018

Seribu dan Seratus Ribu


Uang kertas Rp1.000 dan
Uang Kertas Rp100.000
dibuat dari kertas
yang sama dan diedarkan
oleh Bank Indonesia (BI)

Ketika dicetak,
merekapun bersama,
tetapi berpisah di bank
dan kemudian beredar
di masyarakat...

Bagaimanapun, 4 bulan
Kemudian mereka bertemu
Secara tidak Sengaja
di dalam dompet
Seorang pemuda
Maka mereka
pun ngobrol ;

Uang Rp 100,000 bertanya
kepada Rp 1,000 ;
"Kenapa badan kamu
begitu lusuh, kotor
dan berbau amis,,?"

Uang Rp 1,000 menjawab;

"Karena begitu aku
keluar dari bank,
terus ke tangan
orang bawah dari
kalangan buruh,
penjaja Kecil,
penjual ikan, tukang parkir dan
di tangan Pengemis"

Lalu Uang Rp 1,000
bertanya balik
kepada Uang Rp 100,000 ;
"Kenapa kau begitu baru,
rapi dan masih bersih,,?"

Uang Rp 100,000 menjawab ;

"Karena begitu aku
keluar dari bank,
terus disambut
para perempuan
cantik, dan
beredarnya pun
di restoran mahal,
di kompleks perkantoran,
di Pasar raya, mall bergengsi
dan juga hotel berbintang,
Serta keberadaanku
selalu dijaga dan
jarang keluar dari dompet."

Lalu Uang Rp 1,000
bertanya lagi ;
"Pernahkah engkau
berada di tempat ibadah,,?"

Uang Rp 100,000 menjawab ;

"Belum pernah"

Uang Rp 1,000 pun
berkata lagi ;
"Ketahuilah walaupun aku
hanya Uang Rp 1,000
tetapi aku selalu berada
di seluruh tempat ibadah,
dan di tangan
Anak Yatim Piatu
dan fakir miskin bahkan
aku bersyukur
kepada Tuhan semesta alam...

Aku tidak dipandang
Sebagai Sebuah nilai,
tetapi Sebuah Manfaat...

Lantas menangislah
Uang Rp 100,000
karena merasa besar,
karena merasa hebat,
karena merasa tinggi,
akan tetapi tidak begitu
bermanfaat untuk
Kebaikan selama ini...

Semoga cerita ini
dapat memberi
pembelajaran dan
Inspirasi Positif
kepada kita semua....
Terutama buat saya sendiri

Selamat bersedekah
Yakin & Percayalah dgn kita bersedekah kita tdk akan menjadi miskin ...🙏👍

Tuesday, March 6, 2018

Badai



Seorang anak mengemudikan mobilnya bersama ayahnya.
Setelah beberapa puluh kilometer, tiba-tiba awan hitam datang bersama angin kencang.
Langit menjadi gelap.
Beberapa kendaraan mulai menepi dan berhenti.

“Bagaimana, ayah? Kita berhenti?”, si anak bertanya.

“Teruslah.. !”, kata ayah.

Anaknya pun tetap menjalankan mobil.

Langit makin gelap, angin bertiup kencang. Hujan pun turun.
Beberapa pohon bertumbangan, bahkan ada yang diterbangkan angin.

Suasana sangat menakutkan.
Terlihat kendaraan-kendaraan besar juga mulai menepi dan berhenti.

“Ayah....?"

“Teruslah mengemudi..!” kata ayah sambil terus melihat ke depan.

Anaknya tetap mengemudi dengan bersusah payah.

Hujan lebat menghalangi pandangan hanya berjarak bebarapa meter saja.

Si anak mulai takut.
Namun... tetap mengemudi walaupun sangat perlahan.

Setelah melewati beberapa kilometer ke depan, dirasakan hujan mulai mereda, dan angin mulai berkurang.

Setelah beberapa kilometer lagi, sampailah mereka pada daerah yang kering, dan matahari pun telah bersinar.

“Silakan berhenti dan keluarlah”, kata ayah.

“Kenapa sekarang?”, tanyanya .

“Agar kamu bisa melihat apa yang terjadi seandainya tadi berhenti di tengah badai."

Sang anak berhenti dan keluar.
Dia melihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung.
Dia membayangkan orang-orang yang terjebak di sana.

Dia baru mengerti bahwa, jangan pernah berhenti di tengah badai,
karena akan terjebak dalam ketidak pastian.

Jika kita sdg menghadapi “badai” kehidupan, teruslah berjalan.
Jangan berhenti, atau putus asa, karena kita akan tenggelam dalam keadaan yang terus menakutkan.

Lakukan saja apa yang dapat kita lakukan.
Dan yakinkan diri bahwa BADAI PASTI BERLALU....

Kita tidak boleh berhenti, tetapi maju terus.!
Karena kita yakin bahwa di depan sana ada Kepastian dan Kesuksesan menunggu kita...

*******

Saudaraku...

Hidup itu tak selamanya berjalan mulus.

Butuh batu kerikil supaya kita berhati-hati...

Butuh semak berduri supaya kita waspada...

Butuh Persimpangan supaya kita bijaksana dalam memilih...

Butuh Petunjuk jalan supaya kita punya harapan tentang arah masa depan...

Butuh masalah supaya kita tahu kita punya kekuatan....

Butuh Pengorbanan supaya kita tahu cara Bekerja Keras...

Butuh airmata supaya kita tahu cara merendahkan hati...

Butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara Menghargai...

Butuh tertawa  dan senyum supaya kita tahu arti bersyukur...

Butuh Orang lain supaya kita tahu kita Tak sendiri...


Jangan selesaikan masalah dengan mengeluh, kesal, dan marah",

selesaikan saja dengan sabar, syukur, sedekah.
Dan jangan lupa Tersenyumlah...

Teruslah melangkah walau mendapat rintangan.
Jangan takut...

Ingatlah...

Saat tidak ada lagi tembok untuk bersandar,
masih ada lantai untuk bersujud.

Perbuatan baik yang paling sempurna adalah perbuatan baik yang tidak terlihat,
namun.. dapat dirasakan hingga jauh kedalam relung hati...

Jangan menghitung apa yang hilang, namun hitunglah apa yang tersisa.

Sekecil apapun penghasilan kita, pasti akan cukup bila digunakan untuk Kebutuhan hidup.

Sebesar apapun penghasilan kita, pasti akan kurang bila digunakan untuk Gaya Hidup.

Tidak selamanya kata-kata yang indah itu benar.
Juga tidak selamanya kata-kata yang menyakitkan itu salah.

Hidup ini terlalu singkat...

Lepaskan mereka yang menyakitimu,
sayangi mereka yang ada padamu.
Dan berjuanglah untuk mereka yang berarti bagimu.

Bertemanlah dengan semua orang,
tapi bergaullah dengan orang yang berintegritas dan mempunyai nilai hidup yang benar.
Karena pergaulan akan mempengaruhi cara pandang kita dan masa depan kita...

😊❤💕

 untuk share ke WA sudah dengan Scriptnya

Script WA:

*BADAI...*

Seorang anak mengemudikan mobilnya bersama ayahnya.
Setelah beberapa puluh kilometer, tiba-tiba awan hitam datang bersama angin kencang.
Langit menjadi gelap.
Beberapa kendaraan mulai menepi dan berhenti.

_“Bagaimana, ayah? Kita berhenti?”_, si anak bertanya.

_“Teruslah.. !”_, kata ayah.

Anaknya pun tetap menjalankan mobil.

Langit makin gelap, angin bertiup kencang. Hujan pun turun.
Beberapa pohon bertumbangan, bahkan ada yg diterbangkan angin.

Suasana sangat menakutkan.
Terlihat kendaraan-kendaraan besar juga mulai menepi dan berhenti.

_“Ayah....?"_

_“Teruslah mengemudi..!”_ kata ayah sambil terus melihat ke depan.

Anaknya tetap mengemudi dengan bersusah payah.

Hujan lebat menghalangi pandangan hanya berjarak bebarapa meter saja.

Si anak mulai takut.
Namun... tetap mengemudi walaupun sangat perlahan.

Setelah melewati beberapa kilometer ke depan, dirasakan hujan mulai mereda, dan angin mulai berkurang.

Setelah beberapa kilometer lagi, sampailah mereka pada daerah yang kering, dan matahari pun telah bersinar.

_“Silakan berhenti dan keluarlah”_, kata ayah.

_“Kenapa sekarang?”_, tanyanya .

_“Agar kamu bisa melihat apa yang terjadi seandainya tadi berhenti di tengah badai."_

Sang anak berhenti dan keluar.
Dia melihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung.
Dia membayangkan orang-orang yang terjebak di sana.

Dia baru mengerti bahwa, *jangan pernah berhenti di tengah badai,*
*karena akan terjebak dalam ketidak pastian.*

Jika kita sdg menghadapi “badai” kehidupan, teruslah berjalan.
Jangan berhenti, atau putus asa, karena kita akan tenggelam dalam keadaan yang terus menakutkan.

Lakukan saja apa yang dapat kita lakukan.
Dan yakinkan diri bahwa BADAI PASTI BERLALU....

Kita tidak boleh berhenti, tetapi maju terus.!
Karena kita yakin bahwa di depan sana ada Kepastian dan Kesuksesan menunggu kita...

*******

Saudaraku...

Hidup itu tak selamanya berjalan mulus.

Butuh _batu kerikil_ supaya kita berhati-hati...

Butuh _semak berduri_ supaya kita waspada...

Butuh _Pesimpangan_ supaya kita bijaksana dalam memilih...

Butuh _Petunjuk jalan_ supaya kita punya harapan tentang arah masa depan...

Butuh _masalah_ supaya kita tahu kita punya kekuatan....

Butuh _Pengorbanan_ supaya kita tahu cara Bekerja Keras...

Butuh _airmata_ supaya kita tahu cara merendahkan hati...

Butuh _dicela_ supaya kita tahu bagaimana cara Menghargai...

Butuh _tertawa dan senyum_ supaya kita tahu arti bersyukur...

Butuh _Orang lain_ supaya kita tahu kita Tak sendiri...


Jangan selesaikan masalah dengan _mengeluh, kesal, dan marah"_,

selesaikan saja dengan *sabar, syukur, sedekah.*
*Dan jangan lupa Tersenyumlah...*

Teruslah melangkah walau mendapat rintangan.
Jangan takut...

Ingatlah...

Saat tidak ada lagi tembok untuk _bersandar_,
masih ada lantai untuk _bersujud_.

Perbuatan baik yang paling sempurna adalah perbuatan baik yg tidak terlihat,
namun.. dapat dirasakan hingga jauh kedalam relung hati...

Jangan menghitung apa yang hilang, namun hitunglah apa yg tersisa.

Sekecil apapun penghasilan kita, pasti akan cukup bila digunakan untuk _Kebutuhan hidup._

Sebesar apapun penghasilan kita, pasti akan kurang bila digunakan untuk _Gaya Hidup._

Tidak selamanya kata-kata yang indah itu benar.
Juga tidak selamanya kata-kata yang menyakitkan itu salah.

Hidup ini terlalu singkat...

Lepaskan mereka yang menyakitimu,
sayangi mereka yang ada padamu.
Dan berjuanglah untuk mereka _yang berarti_ bagimu.

Bertemanlah dengan semua orang,
tapi bergaullah dengan orang yang _berintegritas_ dan mempunyai _nilai hidup_ yg benar.
Karena pergaulan akan *mempengaruhi* cara pandang kita dan masa depan kita...


😊❤💕


Monday, March 5, 2018

Kura-kura dan Ikan [Inspirasi]




Seekor ikan bertanya kepada Kura-kura :
"Mengapa setiap kali kamu mengalami masalah selalu bersembunyi, masuk ke dalam cangkangmu...?"

Kura-kura menjawab :
Apa penting pertanyaan itu aku jawab ?”

Ikan berkata :
Semua mahluk di perairan ini mempertanyakan sifat-mu yang selalu bersembunyi jika ada masalah!"

Kura-kura berkata :
"Komentar orang lain apakah penting...?
Aku tidak menghindar, 
Aku tidak lari dari kenyataan, 
Aku hanya mencari suasana yang lebih damai di dalam cangkangku."

Ikan bertanya lagi : 
"Tetapi apakah kamu tidak peduli selalu jadi bahan pembicaraan?"

Kura-kura menjawab :
"Inilah alasan mengapa aku lebih panjang umur dari pada kalian.
Kalian terlalu sibuk mengurusi kehidupanku sampai kalian lupa siapa diri kalian, 
Kalian terlalu sibuk memperhatikan diriku sampai kalian lupa siapa diri kalian."

"Dalam hidup ini kita sendiri yang menentukan pilihan,
berbuat-lah yang terbaik dan biarkan-lah orang lain mau berkomentar apapun".

"Orang yang menyukaimu tetap akan membenarkan-mu sekalipun kamu keliru,"
Sebaliknya 
"Orang yang membencimu selalu akan menyalahkanmu sekalipun kamu benar."

"Berapa banyak waktumu terbuang hanya untuk mengurusi kehidupan orang lain sehingga ...
kamu lupa pada dirimu sendiri kapan harus makan dan istirahat"

"Sayangi dirimu dengan lebih peduli pada urusanmu sendiri sebab,
Engkau akan menjadi orang yang selalu kekurangan saat kamu selalu ingin tau urusan orang lain".

Semoga kita jangan terkecoh dengan apa yang orang katakan, Jadilah diri kita sendiri,
Jadi-lah pribadi yang baik....
Dan terus meneruslah berbuat baik

#inspirasikehidupan

Wednesday, February 7, 2018

Lalat dan Lebah



Inspirasi dan Motivasi:
LALAT DAN LEBAH

Mengapa Lebah cepat menemukan Bunga? dan
Mengapa Lalat cepat menemukan Kotoran?

Mata Lebah dibuat hanya untuk menemukan Bunga,
Mata Lalat dibuat khusus untuk menemukan Kotoran.

MENGAPA ???

Di dalam pikiran Lebah hanyalah Madu & Madu saja, tidak ada yg lain.
Sedangkan di dalam pikiran Lalat hanyalah Kotoran & Kotoran saja, tidak ada yg lain.

Maka, susah bagi lebah untuk menemukan kotoran,
tapi mudah & cepat bagi lebah untuk menemukan bunga di manapun.

Sebaliknya, susah bagi lalat untuk menemukan bunga, tapi mudah & cepat bagi lalat untuk menemukan kotoran di manapun.

Apa hasil akhirnya?

Lebah kaya akan madu yang sangat bermanfaat, sedangkan lalat kaya akan kuman penyakit.

Apa hikmah yg bisa kita ambil dari 2 makhluk ciptaan Tuhan ini?


Ternyata apa yg kita pikirkan akan menghasilkan apa yg kita lihat dan
apa yang kita lihat akan menghasilkan apa yang kita peroleh.


Hidup kita sangat tergantung pada Hati dan Pikiran kita.

Kalo Hati dan Pikiran selalu Negatif, Sudah pasti apa saja yang kita lihat akan selalu menjadi Negatif dan hasil akhirnya adalah sebuah kehidupan negatif yang penuh permasalahan.

Kalo Hati dan Pikiran selalu Positif, pasti  apa saja yg kita liat akan selalu menjadi Positif dan hasil akhirnya adalah kehidupan positif yang penuh kebahagiaan.

Pilihan ada ditangan kita sendiri

"Perkataan yg menyenangkan adalah ibarat seperti sarang madu, manis dan memberi manfaat untuk alam semesta.

Semoga bermanfaat, dan kita semua adalah orang-orang yang menghasilkan 'madu' yang memberi manfaat untuk orang banyak

Jadilah orang yang paling ikhlas bukan yang paling baik karena dalam kebaikan belum tentu ada keikhlasan

Tetap Semangat Berbuat Kebaikan.

Monday, February 5, 2018

Ibu yang marah, terlupa istighfar selama 25 tahun



kisah nyata
Ibu yang marah, terlupa istighfar selama 25 tahun..!


Aku sedang membersihkan rumah.
Tiba-tiba anak lelakiku yang masih kecil berlari ke arahku..!
ia terlanggar satu pot bunga yang dibuat daripada kaca..!
Pecah hancur berantakan..!

Aku benar-benar marah karena pot itu memang mahal harganya.
Tanpa ku sadari, aku telah melontarkan kata-kata,


"Matilah kamu ..!
Semoga kamu ditimpa dinding bangunan
dan tulang-belulang kau hancur..!”


Tahun demi tahun berlalu..!
Anak lelakiku membesar, aku sdh lupa akan doa itu.
Aku pun tak anggapnya penting dan aku tak tahu bahwa doa itu telah naik ke langit..!

Anak lelakiku dan adik-adiknya yang lain sedang membesar..!
Dia anak sulung yang paling aku sayangi dari anak-anakku yang lain.
Dialah anak yang rajin dan pandai menghurmati aku
dan berbakti kepadaku dibandingkan adik-adiknya yang lain..!

Kini dia telah menjadi seorang insinyur.!
Tak lama lagi dia akan menikah.
Tak sabar rasanya aku ingin menimang cucu..!

Ayahnya punya sebuah bangunan yang sudah lama dan ingin direnovasi.
Maka pergilah anak aku bersama ayahnya ke gudang itu.
Para pekerja sudah bersiap-siap untuk merobohkan satu dinding yang sudah usang.

Sementara pekerja sedang bekerja,
anakku pergi ke belakang bangunan tanpa diketahui oleh siapa pun.
Dengan tak disangka-sangka dinding bangunan itu roboh menimpanya..!

Kedengaran suara berteriak di dalam runtuhan itu
sehinggalah suaranya tak kedengaran lagi..!

Semua pekerja berhenti. Heran suara siapa..?
Mereka berlari ke arah reruntuhan itu..!
Mereka mengangkat dinding yang menghimpit anakku dengan susah payah
dan segera memanggil Ambulan.

Mereka tidak dapat mengangkat badan anakku.
Ia remuk seperti kaca yang jatuh pecah berkeping-keping..!

Sebahagian mereka mengangkat badan anakku yang hancur dengan berhati-hati
dan segera membawanya ke Unit gawat darurat di Rumah sakit..!

Ketika ayahnya menghubungiku,
seakan-akan Allah menghadirkan kembali kata-kataku padanya semasa ia masih kecil dahulu..!

Aku menangis hingga pingsan.
Setelah aku sadar, aku berada di Rumah sakit
dan aku meminta untuk melihat anakku..!
Ketika melihatnya, aku seakan mendengar suara yang berkata,

"INI DOAMU KAN..?
Sudah AKU kabulkan..!
Setelah sekian lama engkau berdoa,
sekarang Aku akan mengambilnya..!"

Ketika itu, jantungku seakan berhenti berdetik.
Anakku menghembuskan nafasnya yang akhir..!
Aku berteriak dan menangis sambil berkata,

"Ya Allah..!
Selamatkanlah anakku.!
Jangan pergi nak."


Seandainya, lidah ini tidak mendoakan kejelekan 25 tahun yang lalu..!
Andaikan..! Andaikan..! Andaikan..!


Tetapi kalimat ‘andaikan’ ini tidak berguna lagi waktu ini..!


Cerita ini dari satu kisah nyata!
Pesanku pada para ibu..!
Jangan sekali-kali terburu-buru
mendoakan KEBURUKAN anakmu ketika kamu sedang marah..!

Berlindunglah kepada Allah dari godaan syaitan..!
Jika kamu ingin memukulnya, pukul sajalah..!
Tapi jangan kamu mendoakannya
dengan yang bukan-bukan sehingga kamu akan menyesal sepertiku...!

Sungguh aku menulis ini dengan airmataku yang turut mengalir..!

Wahai anakku..!
Aku rela ruhku turut bersamamu..!
Hingga aku boleh beristirahat dari kepedihan yang aku rasakan sepeninggalanmu..!

Tolong sebarkan cerita ini kepada semua wanita..!
Doakanlah yang baik-baik saja untuk anak-anak..!
Doa itu pasti akan. terjawab walaupun untuk sekian lama..!
Tunggulah dan Allah pasti akan mengkabulkan.
saya sadur dari tulisan
seorang ibu d malaysia

#JagaEmosi
#JagaPerkataan
#akusayanganakku

Apa Gelar Akademik Ibumu....??

sumber gambar: pexels.com "IBUMU SARJANA APA? " Ibuku gelarnya adalah MSi : Master Segala ilmu. Tak terbayang bukan, menj...